17 Pemuda Rumpin Tiba di Gedung Sate Usai Longmarch 6 Hari, Gelar Doa Bersama Penuh Haru dan Semangat

oleh -178 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bandung – Setelah menempuh perjalanan panjang selama enam hari dari Rumpin, Kabupaten Bogor, sebanyak 17 pemuda yang tergabung dalam rombongan longmarch “Suara Rakyat Sukamulya” akhirnya tiba di pelataran Gedung Sate, Bandung, pada 14 Juli 2025, Senin malam pukul 19.25 WIB.

Kedatangan mereka disambut suasana haru dan penuh makna. Rombongan yang telah menempuh ratusan kilometer perjalanan kaki ini menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan perubahan. Doa dipimpin oleh Ustaz Irvan dengan lantunan penuh makna yang menggugah hati:

banner 336x280

“Hari ini kita saksikan bersama, sebuah kehidupan yang selama ini kita dambakan—kehidupan yang kita harapkan hadir di depan mata kita. Kehidupan yang kelak akan menjadi tempat kita kembali pulang, dan di sanalah kita akan mencintai sosok pemimpin kita, Bapak Gubernur dari Perjuangan Barat.

Sahabat-sahabat semua, mari kita eratkan tangan kita. Bukan hanya untuk malam ini saja, tapi juga setelah kita pulang dari tempat ini. Pulang dengan semangat baru untuk membangun masyarakat yang semakin mulia.

Melalui kemah SR ini, kita akan menjadi lebih kuat. Kita akan menguatkan tali persaudaraan, menjaga silaturahmi, dan memperkokoh persatuan.

Kita adalah satu, dan satu itulah kita. Kita adalah bagian dari kemuliaan itu. Bersama-sama, dalam satu niat yang tulus, niat yang mulia.

Mari kita terus berjaga—berjaga untuk masa depan, berjaga untuk harapan, dan berjaga untuk perjuangan yang belum selesai.”

Longmarch ini merupakan simbol perjuangan dan bentuk penyampaian aspirasi warga Desa Sukamulya, Rumpin, yang selama hampir dua dekade memperjuangkan hak atas tanah seluas seribu hektare yang diklaim sepihak oleh institusi tertentu.

Perjalanan mereka tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga cermin semangat kolektif pemuda dalam menuntut keadilan dan hak masyarakat. Para peserta berharap kedatangan mereka di Gedung Sate dapat membuka ruang dialog dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi yang adil dan bermartabat.

Malam itu, langit Bandung menjadi saksi semangat anak-anak muda dari ujung barat Bogor yang membawa harapan besar dari kampung halaman mereka. Mereka datang tidak dengan kemarahan, tapi dengan doa dan tekad, demi masa depan yang lebih mulia bagi rakyatnya. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.