berantas86news | Ciawi Bogor — Yayasan LEKAS (L3mbaga Kajian Strategis) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, serta Bank BJB, menggelar kegiatan Diklat dan Pembentukan Kelompok Remaja Peduli HIV-AIDS, Sabtu (26/7), di Aula Universitas Djuanda, Ciawi. Sebanyak 200 pelajar dari lima kecamatan mengikuti pelatihan ini, sebagai bagian dari upaya edukasi dan pembentukan jejaring remaja peduli HIV-AIDS.
Langkah ini merupakan respon konkret atas peningkatan kasus HIV di kalangan usia muda. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga akhir 2024 tercatat 814 kasus HIV-AIDS di Kabupaten Bogor, dengan 216 kasus di antaranya berasal dari kelompok usia 15–24 tahun pada triwulan pertama 2025. Angka ini menempatkan Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan kasus tertinggi kedua di Jawa Barat.
“Remaja merupakan kelompok rentan, tapi sekaligus agen perubahan yang sangat potensial. Dengan pengetahuan dan pelibatan aktif, mereka bisa menjadi pelopor pencegahan HIV di lingkungan sekitarnya,” ujar perwakilan panitia kegiatan.
Kegiatan ini menyasar remaja usia 14–17 tahun dari lima belas kecamatan. Melalui pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan pembentukan tim kecil, para peserta dibekali pengetahuan dasar tentang HIV-AIDS dan kemampuan komunikasi untuk menjadi penyampai informasi yang efektif di lingkungannya.
Ketua Yayasan LEKAS, Muksin Zaenal Abidin, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dan komprehensif untuk menekan angka penularan HIV di kalangan usia produktif.
“Ini sebagai salah satu langkah strategis dalam promosi dan sosialisasi pencegahan bahaya penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Bogor. Juga sebagai langkah pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan HIV di kalangan remaja dan pemuda-pemudi,” ujar Muksin.
“Kita bersyukur atas support dari pemerintah daerah dan sponsor dari Bank BJB. Dalam kegiatan ini, kita juga telah membentuk Kelompok Remaja Peduli HIV-AIDS Kabupaten Bogor, yang pesertanya berasal dari siswa-siswi SMA dan SMK se-Kabupaten Bogor. Bahkan, telah terpilih pula Duta Remaja Peduli HIV Kabupaten Bogor, yang akan terus menyuarakan edukasi di kalangan teman sebayanya,” tambahnya.
Dari kegiatan ini ditargetkan terbentuk minimal lima kelompok remaja peduli HIV-AIDS, serta tersusunnya laporan monitoring sebagai dasar program lanjutan. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan tiga bulan pasca kegiatan.
Program ini mengedepankan pendekatan edukasi teman sebaya dan partisipatif, serta akan dilanjutkan melalui platform digital dan kampanye berkelanjutan. Melalui pelibatan aktif remaja, Kabupaten Bogor berharap dapat mencetak generasi muda yang peduli, berdaya, dan siap menjadi agen perubahan dalam pencegahan HIV-AIDS menuju Indonesia Emas 2045 yang sehat dan inklusif. (mang uka)













