Jelang Porprov Jabar XV/2026, PGPI Kabupaten Bogor Matangkan Mental Atlet Lewat Nusantara Sky

oleh -26 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | CISARUA BOGOR – Pengurus Cabang Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV/2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan ajang Nusantara Sky 1st Series Paragliding Accuracy Competition sebagai sarana meningkatkan jam terbang, mengasah kemampuan teknis, sekaligus memperkuat mental bertanding.

Kejuaraan yang berlangsung di Puncak Flying Site, kawasan Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan atlet sebelum menghadapi persaingan pada pesta olahraga terbesar tingkat Provinsi Jawa Barat.

banner 336x280

Ketua PGPI Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 12 atlet terbaik untuk memperkuat kontingen Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar XV/2026. Salah satu atlet yang menjadi perhatian adalah Farizky Muhammad Pratama Suratman, pilot paralayang junior berusia 15 tahun yang telah menunjukkan prestasi di tingkat internasional.

“Fariz ini merupakan atlet junior yang insyaallah akan menjadi harapan, bukan hanya bagi Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, tetapi juga Indonesia,” ujar Wawan di sela penutupan Nusantara Sky 1st Series Paragliding Accuracy Competition di Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Menurut Wawan, Farizky baru saja menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih peringkat ketiga dalam kejuaraan paralayang internasional di Malaysia. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa atlet muda Kabupaten Bogor memiliki kemampuan bersaing dengan pilot dari berbagai negara.

“Usianya baru 15 tahun, tetapi kemampuannya sudah berada di level internasional. Pada kejuaraan di Malaysia, dia menghadapi atlet dari berbagai negara. Karena itu, keikutsertaannya dalam Nusantara Sky lebih kami arahkan sebagai pemanasan sekaligus menambah pengalaman bertanding menjelang Porprov,” jelasnya.

Wawan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor menegaskan, pembinaan atlet tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan teknis. Kesiapan mental menjadi faktor penting agar para atlet mampu menjaga konsentrasi dan tampil maksimal saat menghadapi tekanan kompetisi.

“Kami terus memantapkan kesiapan mental para atlet, termasuk Fariz, agar mereka benar-benar siap ketika bertanding di Porprov Jawa Barat,” katanya.

Target Dua Emas, Bandung Barat Jadi Pesaing Utama

Menghadapi Porprov Jabar XV/2026, PGPI Kabupaten Bogor memasang target meraih dua medali emas dari cabang olahraga paralayang.

Wawan mengakui persaingan diperkirakan berlangsung ketat, terutama menghadapi atlet-atlet Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dinilai menjadi salah satu pesaing utama dalam perebutan medali.

Meski demikian, pihaknya optimistis pengalaman bertanding yang terus ditingkatkan melalui berbagai kejuaraan dapat memperkuat peluang Kabupaten Bogor mencapai target tersebut.

Sementara itu, pelatih paralayang Kabupaten Bogor, Nanang Sunarya, mengatakan keikutsertaan atlet dalam Nusantara Sky menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus memetakan kekuatan calon lawan.

Menurutnya, semakin dekatnya pelaksanaan Porprov menuntut para atlet meningkatkan disiplin latihan, konsentrasi, dan kestabilan mental ketika menghadapi situasi pertandingan.

“Kejuaraan ini kami manfaatkan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus melihat kekuatan lawan. Menjelang Porprov, latihan akan lebih difokuskan pada pematangan kemampuan dan kesiapan mental atlet,” ujar Nanang.

Diikuti 148 Atlet, Cuaca Jadi Tantangan Penyelenggaraan

Di sisi lain, Ketua Panitia Nusantara Sky 1st Series Paragliding Accuracy Competition, Makmur Efendi yang akrab disapa Mang Uca Amung, mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut mendapat sambutan positif dari para atlet paralayang.

Dari 150 peserta yang semula mendaftarkan diri, sebanyak 148 atlet akhirnya mengikuti pertandingan setelah sejumlah peserta membatalkan keikutsertaan.

Menurut Mang Uca, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama selama pelaksanaan kejuaraan. Perubahan cuaca di kawasan Puncak memengaruhi kesempatan terbang para atlet sehingga panitia harus menyesuaikan jalannya pertandingan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta.

“Meski menghadapi kendala cuaca, kami tetap berupaya memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk bertanding. Berdasarkan ketentuan penilaian, satu kali penerbangan sudah cukup untuk menghasilkan nilai,” ungkapnya.

Pada hari terakhir pertandingan, panitia juga harus menggelar penerbangan tambahan atau fly-off setelah sejumlah atlet memperoleh nilai yang sama.

Penerbangan ulang tersebut dilakukan untuk memastikan penentuan peringkat berlangsung secara objektif sesuai ketentuan pertandingan.

“Tadi ada empat atlet yang harus kembali melakukan penerbangan untuk menentukan urutan juara. Setelah proses itu selesai, seluruh peringkat pemenang akhirnya dapat ditetapkan,” jelasnya.

Atlet Malaysia dan China Raih Juara

Persaingan dalam Nusantara Sky 1st Series Paragliding Accuracy Competition semakin menarik dengan kehadiran atlet mancanegara, yakni dari Malaysia dan China.

Kedua negara tersebut menunjukkan kemampuan kompetitif dan berhasil menempatkan wakilnya pada posisi teratas dalam sejumlah kategori pertandingan.

Mang Uca menyebutkan, atlet asal China berhasil meraih juara pertama pada kategori junior. Sementara itu, atlet Malaysia sukses menempati posisi pertama pada kategori senior.

Adapun sejumlah gelar juara lainnya berhasil diraih atlet dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor dan Jawa Timur.

“Untuk kategori junior, juara pertama diraih atlet China. Sementara kategori senior dimenangkan atlet Malaysia. Pada kategori lainnya, sejumlah atlet dari Bogor dan Jawa Timur juga berhasil meraih posisi juara,” terangnya.

Menurut Mang Uca, kehadiran atlet internasional memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan kejuaraan karena membuka kesempatan bagi atlet nasional, khususnya atlet muda, untuk mengukur kemampuan mereka dalam persaingan yang lebih luas.

Ia juga menilai perkembangan atlet paralayang junior di Jawa Barat menunjukkan potensi yang menjanjikan. Hal tersebut terlihat dari kemampuan para atlet muda dalam menghadapi peserta yang memiliki pengalaman bertanding lebih tinggi.

“Melihat penampilan mereka dalam kejuaraan ini, saya menilai Jawa Barat memiliki banyak atlet muda yang sangat kompetitif. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai kejuaraan mendatang, termasuk Porprov Jawa Barat,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Nusantara Sky, PGPI Kabupaten Bogor berharap pembinaan atlet paralayang dapat terus berkembang secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan kontingen dalam menghadapi Porprov Jabar XV/2026 dengan target membawa pulang dua medali emas. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.