Desa Teluk Pinang Penen Raya Program Ketahanan Pangan untuk Meningkatkan Ekonomi Warga

oleh -42 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi, 27 April 2025 – Pemerintah Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, resmi meluncurkan program ketahanan pangan sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Pusat. Program ini didanai melalui Dana Desa (DD) sebesar 20 persen, yang bertujuan untuk mewujudkan lumbung pangan di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Teluk Pinang, Ahmad Rifai, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pinang Mandiri merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut. “Harapan besar kami, peran BUMDes sebagai mesin penggerak bisa mewujudkan lumbung pangan, sehingga taraf perekonomian warga desa dapat meningkat,” ujarnya pada peluncuran program yang berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifai menegaskan bahwa pengelolaan anggaran untuk ketahanan pangan 2025 akan dilakukan melalui BUMDes sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan bagi warga desa yang berprofesi sebagai petani. “Saya mendukung penuh program ini, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan lumbung pangan. Ini adalah inisiatif dari kita, untuk kita,” tambahnya.

Ahmad Rifai juga berharap agar BUMDes dapat menjalankan program ini dengan profesional dan amanah, demi meningkatkan kesejahteraan para petani. “Kami akan memantau perkembangan program ini selama setahun ke depan. Jika berhasil, program ini akan dikembangkan lebih luas,” imbuhnya.

Direktur BUMDes Pinang Mandiri, Wawan Ernawan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama petani telah mengelola lahan padi seluas 6 hektare dengan estimasi produksi sekitar 18 ton beras per tahun. “Kami berencana memperluas lahan hingga 3 hektare lagi, dengan fokus awal pada produksi padi. Target jangka panjang adalah memenuhi 20% kebutuhan beras warga,” jelasnya.

Desa Teluk Pinang memiliki 6.700 kepala keluarga (KK) dengan kebutuhan beras mencapai 2.445 ton per tahun. Saat ini, produksi BUMDes baru memenuhi 0,7% dari kebutuhan tersebut. “Insya Allah, tahun depan kami bisa memenuhi 1%. Kami berharap dapat berkontribusi lebih besar dengan melibatkan semua unsur, baik pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, dan warga,” kata Wawan.

Lebih lanjut, Wawan menekankan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya sekadar menyerap anggaran desa, tetapi juga harus dipahami substansinya. “Selama ini, petani menjual gabah dengan harga Rp4.000 per kg. Kini, BUMDes membeli dengan harga Rp6.000 per kg dan menjual beras ke warga dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Pendamping Desa Kecamatan Ciawi, Hendi, juga menambahkan bahwa pengelolaan ketahanan pangan 2025 oleh BUMDes telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. “BUMDes membeli gabah petani sesuai harga pasar dan menjual hasil olahannya kembali ke masyarakat dengan harga terjangkau. Penting untuk melakukan pengawasan ketat agar program dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa Teluk Pinang dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.