Belajar dari SWAM, Dosen Pulang Kampung IPB Dorong Pengelolaan Sampah dan Urban Farming di Linggabuana

oleh -146 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | BOGOR – Tim Dosen Pulang Kampung IPB University mengajak warga Cluster Linggabuana, Pakuan Regency, Kelurahan Margajaya, Kota Bogor, belajar langsung mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui studi banding ke School of Waste Management (SWAM) di Kampung Gardu Dalam, Margajaya.

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal program “Integrasi Pengelolaan Sampah dan Urban Farming untuk Penguatan Resiliensi Keluarga di Kelurahan Margajaya, Bogor” yang akan dilaksanakan selama sekitar lima bulan.

banner 336x280

Program ini diketuai Prof. Lailan Syaufina, dengan anggota Prof. Arief Sabdo Yuwono, Prof. Illah Sailah, Prof. A. Faroby Falatehan, dan Iis Purnamawati, M.Si.

Studi banding melibatkan sejumlah unsur masyarakat Cluster Linggabuana, antara lain kader Posyandu sebagai mitra program, tim dan penanggung jawab kebersihan, Ketua RW 07, pengurus Masjid Raudhatul Jannah, serta tokoh masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, warga diperkenalkan secara langsung pada sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di SWAM. Model itu diharapkan dapat menjadi referensi sebelum pengelolaan serupa dikembangkan di lingkungan Cluster Linggabuana.

Pendiri SWAM, Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, memaparkan proses pengembangan SWAM, mulai dari tantangan yang dihadapi hingga sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan.

Para peserta juga melihat langsung tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, penampungan, hingga proses pengolahan di tingkat komunitas.

Pemilahan dari sumber menjadi salah satu kunci utama dalam sistem tersebut. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, material yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan dan dimanfaatkan kembali sehingga jumlah sampah yang berakhir sebagai limbah dapat ditekan.

Selain sampah anorganik, peserta mempelajari pengelolaan sampah organik, khususnya sampah dapur. Di SWAM, sampah organik diolah melalui sistem pengomposan aerob dengan dukungan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biodegradasi.

Dalam pemaparannya, proses biodegradasi disebut berlangsung sekitar dua bulan setelah pemasukan sampah terakhir. Fasilitas pengolahan menggunakan bak berbahan hebel yang dilengkapi lubang aerasi untuk mendukung proses penguraian sekaligus membantu meminimalkan bau dan gangguan terhadap lingkungan.

Setiap bak memiliki volume efektif sekitar 1,4 meter kubik.

Model pengelolaan tersebut menjadi salah satu referensi bagi Tim Dosen Pulang Kampung IPB University untuk merancang sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Cluster Linggabuana.

Dalam program itu, sampah organik rumah tangga tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi diarahkan untuk diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam guna mendukung kegiatan urban farming.

Integrasi pengelolaan sampah dan urban farming diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, mulai dari mengurangi volume sampah rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, menyediakan media tanam, hingga mendorong pemanfaatan sumber daya rumah tangga secara lebih produktif.

Tim Dosen Pulang Kampung IPB juga menempatkan partisipasi masyarakat sebagai elemen penting dalam keberhasilan program. Pengelolaan sampah berbasis komunitas membutuhkan keterlibatan warga sejak dari rumah, kemudian diperkuat melalui peran pengurus lingkungan, tim kebersihan, tokoh masyarakat, serta mitra program.

Studi banding ke SWAM menjadi pijakan awal sebelum program memasuki tahapan penerapan dan pendampingan bersama masyarakat Cluster Linggabuana.

Melalui pendekatan tersebut, warga diharapkan mulai melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang masih dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Dari lingkungan permukiman, pengelolaan sampah yang tertata dan pengembangan urban farming diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan. ***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.