berantas86news | Ciawi Bogor – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu pagi, tidak hanya menjadi ruang publik untuk olahraga dan rekreasi keluarga, tetapi juga berkembang menjadi episentrum penguatan ekonomi kerakyatan serta konsolidasi peran strategis pemuda menjelang bulan suci Ramadan.
Sejak pagi hari, kawasan CFD dipadati warga yang memanfaatkan waktu untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, sekaligus berbelanja produk UMKM lokal. Deretan lapak kuliner, minuman segar, produk fesyen kreatif, hingga kerajinan tangan hasil karya pemuda Ciawi tampak menggeliat, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal.
Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Ciawi Muhamad Yusril, S.I.Kom. menegaskan bahwa CFD bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang berdampak langsung terhadap pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya yang digerakkan generasi muda.
“Menjelang Ramadhan, kebutuhan masyarakat meningkat. Ini peluang strategis untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat. CFD membuktikan bahwa ruang publik mampu menjadi katalisator pertumbuhan UMKM dan wadah aktualisasi pemuda,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam aktivitas ekonomi produktif di ruang terbuka mencerminkan transformasi gerakan kepemudaan yang adaptif terhadap dinamika zaman. Pemuda tidak lagi sebatas objek pembangunan, tetapi tampil sebagai subjek dan motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, CFD Ciawi juga memperkuat kohesi sosial masyarakat. Interaksi lintas usia dan latar belakang menciptakan ruang dialog yang inklusif, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang Ramadan. Budaya hidup sehat yang terbangun melalui aktivitas olahraga diharapkan menjadi fondasi kesiapan fisik dan mental masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.
DPK KNPI Kecamatan Ciawi menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan, pelaku UMKM, komunitas olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ke depan, CFD diharapkan dapat dikembangkan secara lebih tertata, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan terukur.
“CFD harus ditempatkan sebagai ruang strategis pembangunan berbasis masyarakat. Pemuda menjadi motor penggerak utama, sementara UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kolaborasi keduanya menjadi kunci penguatan ekonomi lokal menjelang Ramadan,” pungkas Yusril. (MU)













