DDM Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas melalui Affiliate Marketing

oleh -144 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | BOGOR – Desa Digital Marketing (DDM) menggelar pelatihan affiliate marketing bagi penyandang disabilitas di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

Program tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi penyandang disabilitas agar memiliki kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan teknologi dan platform digital, seperti Shopee dan TikTok.

banner 336x280

Ketua DDM, Wawan Ernawan, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari masih terbatasnya akses penyandang disabilitas terhadap dunia kerja. Padahal, menurutnya, mereka memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

“Kami melihat ada potensi besar yang dimiliki teman-teman disabilitas. Namun, selama ini mereka masih menghadapi berbagai kendala ketika ingin masuk ke dunia kerja. Ada yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, mengalami perundungan di lingkungan kerja, atau mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan potensinya,” ujar Wawan dalam kegiatan pelatihan di Ciawi, Senin (31/8/2026).

Menurut Wawan, pemerintah telah mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja melalui kebijakan kuota pekerja disabilitas di perusahaan. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.

“Karena itu, DDM mengambil jalur yang berbeda dengan mengajak teman-teman disabilitas menjadi afiliator. Pekerjaan ini lebih fleksibel dan dapat dilakukan dari rumah,” katanya.

Ketua Operasional Harian DDM, Aga, mengatakan peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai affiliate marketing, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan.

Peserta diajarkan mulai dari tahap dasar, seperti mendaftar sebagai afiliator, memahami mekanisme dan algoritma platform, membuat konten, memasarkan produk, hingga menyusun strategi pemasaran untuk memperoleh pendapatan.

“Bukan hanya pelatihan satu kali. Kami akan terus memberikan pendampingan. Kami juga akan membentuk grup pendampingan dan kemungkinan setiap minggu kami datang untuk melakukan evaluasi sampai ada peserta yang berhasil menghasilkan pendapatan,” kata Aga.

Ia berharap program tersebut dapat membantu penyandang disabilitas meningkatkan kemandirian dan memiliki sumber pendapatan sendiri.

“Kalau selama ini ada kebijakan kuota di perusahaan, harapan kami ke depan mereka tidak hanya bergantung pada itu. Kami ingin mereka memiliki usaha sendiri, mampu menghasilkan pendapatan sendiri, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Dengan teknologi digital, mereka bisa membangun penghasilan tanpa harus selalu bergantung pada lapangan pekerjaan konvensional,” ujarnya.

Berangkat dari Persoalan Sosial-Ekonomi

Aga menjelaskan, DDM merupakan inisiatif yang mendorong kemajuan desa melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran digital. Program tersebut pada awalnya ditujukan bagi masyarakat secara umum.

Namun, dalam perkembangannya, DDM melihat sejumlah persoalan sosial dan ekonomi yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan perangkat digital oleh masyarakat.

Aga mengatakan hasil riset internal DDM menunjukkan terdapat lebih dari 100 ribu pengguna pinjaman online dan judi online di Kabupaten Bogor. Ia menyebut aktivitas tersebut memiliki nilai transaksi yang besar dan berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi bagi masyarakat.

“Kondisi itu menimbulkan persoalan ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, kami berpikir perangkat yang mereka punya, terutama HP, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif. Daripada digunakan untuk aktivitas yang merugikan, lebih baik dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan,” katanya.

Karena itu, DDM mengembangkan pelatihan affiliate marketing melalui sejumlah platform digital, termasuk Shopee, TikTok, dan beberapa marketplace lainnya.

Program tersebut tidak hanya menyasar penyandang disabilitas. DDM juga membuka peluang bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, memiliki keterbatasan penghasilan, maupun mereka yang membutuhkan alternatif sumber pendapatan.

Sejumlah desa di Kabupaten Bogor, kata Aga, mulai menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dalam pengembangan program tersebut.

“Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang mampu menjadi afiliator dan memanfaatkan teknologi untuk hal yang produktif,” ujarnya.

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital

Desa Digital Marketing merupakan inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa melalui literasi dan praktik pemasaran digital.

DDM mengembangkan pelatihan dan pendampingan untuk membantu masyarakat memahami pemanfaatan platform digital secara produktif. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.