Dialog Pertanahan dan Tata Ruang “Tanah Sumber Kehidupan dan Kedaulatan Kabupaten Bogor

oleh -57 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bogor, 10 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan tanah yang berkelanjutan, FWBS (Forum Wartawan Bogor Sejahtera), AMBS (Aliansi Masyarakat Bogor Sejahtera), HPPMI (Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia), LBH Gebrak dan Agraria Institut menggelar dialog pertanahan dan tata ruang dengan tema “Tanah Sumber Kehidupan dan Kedaulatan Kabupaten Bogor”, acara ini juga di hadiri oleh plt ketua PWI Jabar Danang Donoroso, Kepala Desa Cipelang dan Kepala Desa Tajurhalang.

Acara yang berlangsung di Saung Perjuangan Desa Cipelang Cijeruk Bogor, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat umum. Dalam dialog ini, para peserta berdiskusi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengelolaan tanah di Kabupaten Bogor, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan tata ruang.

banner 336x280

Ketua FWBS, Acep Mulyana, menyampaikan bahwa tanah bukan hanya sekadar sumber daya, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas dan keberlangsungan hidup masyarakat. “Kedaulatan atas tanah adalah hak setiap warga negara, dan kami berkomitmen untuk memperjuangkan pengelolaan tanah yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Agraria Institut Jawa Barat Dede Firman Karim, selaku narasumber atau pembicara dari dialog ini menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak atas tanah. “Melalui dialog ini, kami berharap dapat membangun kesepahaman dan kolaborasi yang lebih baik antara masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam,” katanya.

Dialog ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga dan mengelola tanah sebagai sumber kehidupan serta mendorong kedaulatan masyarakat Kabupaten Bogor. Para peserta sepakat untuk terus berkolaborasi dalam upaya menciptakan tata ruang yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan adanya dialog ini, diharapkan akan muncul langkah-langkah konkret dalam pengelolaan pertanahan yang lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Bogor. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.