berantas86news | BOGOR – Dua warisan budaya asal Cimande kembali mendapat pengakuan dalam rangkaian Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bogor. Pencak Silat Aliran Cimande memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional, sementara tradisi Ngabungbang Cimande mendapat pengakuan sebagai WBTb tingkat Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diterima oleh kasepuhan sekaligus maestro budaya dan maestro Pencak Silat Cimande, Abah Darma, bersama maestro tradisi Ngabungbang Cimande, Aki Didih.
Penyerahan penghargaan berlangsung di kawasan Gerbang Tri Tangtu Di Buana, Alun-Alun Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).
Pengakuan terhadap dua warisan budaya tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Cimande. Momentum ini sekaligus memperkuat upaya menjaga dan mewariskan tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya kepada generasi berikutnya.
Pencak Silat Cimande Diakui sebagai WBTb Nasional
Pencak Silat Aliran Cimande merupakan salah satu tradisi bela diri yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki keterikatan kuat dengan kehidupan sosial serta budaya masyarakat Cimande.
Tradisi ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri. Di dalamnya juga terkandung nilai kedisiplinan, penghormatan kepada guru, persaudaraan, pengendalian diri, serta pembentukan karakter dan akhlak.
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat pelindungan, pelestarian, dan proses pewarisan Pencak Silat Aliran Cimande, khususnya kepada generasi muda.
Dalam proses tersebut, keberadaan para kasepuhan, maestro, guru silat, dan pelestari budaya memiliki peran strategis. Mereka menjadi penghubung pengetahuan antargenerasi sekaligus menjaga nilai dasar Cimande agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ngabungbang Cimande Diakui Tingkat Jawa Barat
Selain Pencak Silat Aliran Cimande, tradisi Ngabungbang Cimande juga memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ngabungbang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Cimande yang diwariskan lintas generasi. Tradisi tersebut menyimpan nilai sejarah, pengetahuan lokal, serta kearifan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat pendukungnya.
Pengakuan terhadap Ngabungbang diharapkan semakin memperkuat pelestarian sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, terhadap nilai dan makna yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Sebagai maestro Ngabungbang Cimande, Aki Didih menjadi salah satu sosok yang berperan dalam menjaga sekaligus meneruskan pengetahuan tradisi kepada generasi berikutnya.
Abah Darma dan Aki Didih, Penjaga Tradisi Cimande
Penerimaan penghargaan oleh Abah Darma dan Aki Didih sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang selama ini konsisten menjaga keberlangsungan warisan budaya Cimande.
Abah Darma, sebagai kasepuhan sekaligus maestro budaya dan maestro Pencak Silat Cimande, merepresentasikan peran para sesepuh dalam mempertahankan nilai, ajaran, dan kesinambungan tradisi pencak silat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara Aki Didih, sebagai maestro Ngabungbang Cimande, memiliki peran dalam menjaga pengetahuan dan praktik tradisi tersebut agar tetap dikenal serta dipahami masyarakat.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penerima. Pengakuan itu juga membawa tanggung jawab bersama untuk memastikan warisan budaya Cimande tetap hidup dan tidak terputus akibat perubahan zaman.
Pengakuan Jadi Momentum Memperkuat Pelestarian
Pengakuan terhadap Pencak Silat Aliran Cimande di tingkat nasional dan Ngabungbang Cimande di tingkat Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari kasepuhan, maestro, komunitas budaya, pemerintah hingga generasi muda.
Pelestarian tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Upaya tersebut perlu diperkuat melalui pendidikan budaya, pembinaan generasi penerus, kegiatan pewarisan tradisi, dokumentasi pengetahuan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan praktik budaya.
Momentum Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bogor pun diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Cimande sebagai salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Pengakuan terhadap dua warisan budaya tersebut membawa satu semangat yang sama, yakni memastikan Pencak Silat Aliran Cimande dan Ngabungbang Cimande tetap hidup, lestari, serta diwariskan kepada generasi mendatang. (MU)







