GID 2026: Juara 1 Tahun Lalu Kembali Menggebrak, SMPN 3 Ciawi dan SI-RANCAGÉ Lolos Tahap III

oleh -55 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | CIAWI BOGOR – Kiprah inovasi dari Kecamatan Ciawi kembali mencuri perhatian dalam ajang Kompetisi Inovasi Daerah (GID) 2026 yang diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten Bogor.

Setelah meraih Juara 1 GID 2025 melalui inovasi FloraLens, SMP Negeri 3 Ciawi kembali menunjukkan konsistensinya. Pada GID 2026, tiga inovasi yang diusung sekolah tersebut berhasil lolos Seleksi Tahap III dan akan melanjutkan perjuangan ke tahap presentasi.

banner 336x280

Ketiga inovasi tersebut yakni SI CAGEUR, Faunalens, dan Smart Ecolight Classroom.

SI CAGEUR merupakan kependekan dari Sistem Informasi Cerdas Anamnesis Gejala, Evaluasi UKS, dan Rekomendasi. Sementara Faunalens mengusung konsep identifikasi fauna berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Adapun Smart Ecolight Classroom menawarkan inovasi pada pemanfaatan teknologi dan konsep ramah lingkungan di ruang kelas.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin menarik karena Faunalens memiliki kesinambungan dengan FloraLens, inovasi yang sebelumnya mengantarkan SMP Negeri 3 Ciawi meraih posisi teratas pada GID 2025.

Jika FloraLens berfokus pada identifikasi flora dengan dukungan teknologi, Faunalens memperluas pendekatan tersebut pada bidang fauna. Pengembangan ini menunjukkan adanya keberlanjutan inovasi berbasis teknologi di lingkungan pendidikan.

Dari FloraLens ke Faunalens

Prestasi pada GID 2025 menjadi salah satu pijakan bagi SMP Negeri 3 Ciawi untuk terus mengembangkan gagasan baru.

Melalui FloraLens, sekolah tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara 1 GID 2025. Setahun kemudian, inovasi berbasis AI kembali dihadirkan melalui Faunalens dengan fokus pada pengenalan dan identifikasi fauna.

Keberlanjutan tersebut menunjukkan bahwa capaian dalam sebuah kompetisi tidak berhenti pada penerimaan penghargaan. Pengalaman dan hasil inovasi sebelumnya dapat menjadi dasar untuk mengembangkan gagasan baru yang memiliki cakupan dan manfaat lebih luas.

Ciawi Unjuk Gigi di GID 2026

SMP Negeri 3 Ciawi bukan satu-satunya perwakilan dari wilayah Ciawi yang berhasil melaju ke Seleksi Tahap III GID 2026.

Sejumlah inovasi dari sekolah, perguruan tinggi, pemerintahan, hingga sektor kesehatan turut masuk dalam tahapan tersebut.

Dari SMP Negeri 2 Ciawi, terdapat inovasi Power Bank Emergency, inovasi pangan berbasis edible protein whey sebagai camilan fungsional, serta Inovasi Biogas dari Limbah Sampah MBG.

Sementara SMAN 1 Ciawi mengusung sejumlah inovasi, antara lain E-Sembako, Kotak Beras Pintar Berbasis IoT untuk Transparansi Penyaluran Bansos, NutriBin, serta ECONIC (Economy Circular Smanic).

Dari Universitas Djuanda (Unida), terdapat Kahuripan Koi Edu-Business Farm yang mengusung model eduwisata perikanan dan pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Bogor. Selain itu, terdapat inovasi Bumbu Marinasi Nusantara dengan Olahan Ikan Bawal.

Dari sektor pemerintahan, Kecamatan Ciawi menghadirkan SIPINTAR, yakni Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Desa Jambuluwuk Kecamatan Ciawi.

Sektor kesehatan juga turut berkontribusi melalui sejumlah inovasi dari puskesmas. Puskesmas Ciawi menghadirkan PRAKTIS (Pekerja Produktif dan Sehat). Puskesmas Banjarsari mengusung Paman Oat (Pemantauan Menelan Obat Anti Tuberkulosis). Sementara Puskesmas Citapen menghadirkan Jalawastra dan Pepet Si Dara Manis.

Beragamnya inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan inovasi di Ciawi tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan. Pemerintahan dan layanan kesehatan juga ikut menghadirkan gagasan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

SI-RANCAGÉ, Kolaborasi Pendidik dan Masyarakat

Kabar positif lainnya datang dari kategori Masyarakat/Pendidik.

Inovasi SI-RANCAGÉ (Sistem Informasi Rancangan Gagasan dan Edukasi), yang mengusung konsep Generator Inovasi Berbasis Teknologi Web Terintegrasi, berhasil lolos ke Seleksi Tahap III GID 2026.

SI-RANCAGÉ digagas oleh Ridwan, M.Pd., bersama Nabiila Afiifah, S.Pd. Ridwan juga diketahui berkiprah sebagai Redaktur Berantas86news.

Inovasi tersebut membawa gagasan pemanfaatan teknologi berbasis web untuk membantu proses perancangan gagasan, edukasi, serta pengembangan inovasi secara lebih sistematis dan terintegrasi.

Kehadiran SI-RANCAGÉ menambah warna dalam ekosistem inovasi di Ciawi. Inovasi tidak hanya lahir dari institusi pendidikan formal, tetapi juga dapat berkembang melalui kolaborasi antara pendidik dan masyarakat.

Menanti Tahap Presentasi

Seleksi Tahap III GID 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–27 Agustus 2026 di Ruang Rapat Ciliwung, Bapperida Kabupaten Bogor.

Pada tahapan ini, para peserta akan mempresentasikan inovasi yang mereka usung. Materi yang dipaparkan mencakup gagasan, keunggulan, manfaat, serta potensi pengembangan masing-masing inovasi.

Bagi SMP Negeri 3 Ciawi, tahapan tersebut menjadi momentum penting. Setelah sukses meraih Juara 1 GID 2025 melalui FloraLens, sekolah tersebut kini kembali membawa tiga inovasi sekaligus ke panggung GID 2026.

Faunalens menjadi bagian menarik dari perjalanan tersebut karena meneruskan pengembangan teknologi dari FloraLens. Di sisi lain, SI CAGEUR dan Smart Ecolight Classroom memperlihatkan keberagaman pendekatan inovasi yang dikembangkan oleh sekolah.

Pertanyaannya, mampukah SMP Negeri 3 Ciawi kembali meraih prestasi tertinggi pada GID 2026?

Jawabannya akan ditentukan melalui proses seleksi dan presentasi yang akan berlangsung pada tahap berikutnya.

Yang jelas, perjalanan dari FloraLens 2025 menuju Faunalens 2026, bersama SI CAGEUR dan Smart Ecolight Classroom, menunjukkan bahwa semangat inovasi di SMP Negeri 3 Ciawi terus berkembang.

Begitu pula dengan hadirnya SI-RANCAGÉ, yang memperlihatkan peran kolaborasi pendidik dan masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi di Ciawi.

Ciawi tidak berhenti berinovasi.

Dari Ciawi, gagasan terus dikembangkan. Dari inovasi, manfaat diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Bogor.

Perjuangan para inovator Ciawi dan wilayah sekitarnya kini memasuki tahap berikutnya.

24–27 Agustus 2026 menjadi momentum untuk membuktikan kualitas dan kebermanfaatan setiap inovasi yang telah dikembangkan. (MU)

Pantau terus perkembangan GID 2026 dan kiprah para inovator lokal hanya di Berantas86news.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.