Hari Ketiga Pencarian Korban Longsor di Desa Cipayung Girang, Tim SAR Sisir Aliran Sungai

oleh -15 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Megamendung, Selasa (8/7/2025) — Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang diduga tertimbun longsor di Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Hingga memasuki hari ketiga pascabencana, pencarian difokuskan di sekitar aliran Sungai Ciesek yang berada di dekat lokasi longsor.

Pantauan di lapangan, tim pencari yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, Damkar, relawan, serta komunitas pencinta alam dan rafting tampak berjibaku menyusuri tepian sungai dan lereng tanah yang masih labil. Mereka menggunakan alat manual seperti cangkul, sekop, dan tangan kosong untuk menggali area yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan korban.

banner 336x280

Kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan serta kontur tanah yang licin dan rawan longsor susulan membuat proses evakuasi menjadi lebih berat. Arus sungai yang deras juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Kami masih terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan para korban. Pencarian hari ini diperluas ke area sungai karena ada dugaan korban terbawa arus,” ujar salah satu petugas dari BPBD Kabupaten Bogor di lokasi kejadian.

Diketahui, salah satu korban bernama Oden Sumantri, merupakan pegawai Kementerian Dalam Negeri yang berprofesi sebagai sopir. Saat kejadian, Oden tengah bertugas mendampingi kegiatan Kemendagri yang berlangsung di salah satu vila kawasan Megamendung.

Mantan Plt. Bupati Bogor tahun 2023 yang kini kembali bertugas di Kementerian Dalam Negeri, Asmawa Tosepu, turut menyempatkan diri mengunjungi lokasi bencana. Dalam kunjungannya, Asmawa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa salah satu pegawai Kemendagri tersebut.

“Kami sangat berharap proses pencarian korban dapat segera membuahkan hasil. Saya mohon kepada Kepala Desa Cipayung Girang, Ibu Sri Budi, serta kepada seluruh unsur Forkopimcam Megamendung untuk memberikan dukungan penuh dalam proses ini,” ujar Asmawa Tosepu di sela kunjungan lapangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pencarian dan evakuasi korban, mulai dari relawan hingga aparat pemerintah daerah.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa longsor terjadi pada Sabtu malam (5/7/2025) akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak dan sekitarnya. Kolam pemancingan Ciletuh yang berada di bantaran sungai Ciesek tidak dapat menahan beban air akibat tebingan yang menjadi penyangga pemancingan jebol tergerus derasnya aliran sungai Ciesek, ditambah lagi d3ngan guyuran hujan yang begitu lebat, menyebabkan satu orang pemancing dilaporkan hilang terbawa arus material longsor.

Pihak pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status siaga darurat bencana untuk wilayah Megamendung dan sekitarnya. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari lereng-lereng yang rawan longsor.

Sampai saat berita ini dibturunkan belum ada tanda-tanda korban di temukan, pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban oden sumantri berhasil ditemukan. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.