Kabel Semrawut Penuhi Tiang hingga Drainase di Kawasan Puncak, Diduga Picu Banjir dan Ganggu Estetika Wisata

oleh -43 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Cisarua, Bogor – Kawasan wisata Puncak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena kemacetan lalu lintas atau persoalan sampah, melainkan keberadaan jaringan kabel yang terpasang semrawut di sepanjang Jalan Raya Puncak. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu keindahan kawasan wisata, tetapi juga berpotensi memicu persoalan lingkungan, termasuk banjir akibat tersumbatnya saluran drainase.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan kabel berwarna hitam tampak melintang tidak beraturan dan menumpuk pada satu hingga dua tiang utilitas di sejumlah titik. Sebagian kabel bahkan terlihat menjuntai rendah dan membentang di atas jalan, sementara lainnya masuk ke saluran drainase di tepi jalan.

banner 336x280

Warga menduga sebagian besar kabel tersebut merupakan jaringan milik sejumlah penyedia layanan internet yang dipasang tanpa penataan yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kesan kumuh di salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bogor tersebut.

Indah, wisatawan asal Bekasi yang tengah berlibur bersama keluarganya di kawasan Puncak, menilai keberadaan kabel-kabel tersebut mengurangi daya tarik visual kawasan wisata yang selama ini menjadi kebanggaan Jawa Barat.

“Puncak merupakan destinasi wisata yang terkenal. Seharusnya kawasan ini terlihat lebih rapi dan nyaman dipandang. Mudah-mudahan ada solusi dari pihak terkait agar Puncak semakin indah dan tertata,” ujar Indah, Senin (22/6/2026).

Permasalahan tidak berhenti pada aspek estetika. Sejumlah warga mengaku khawatir keberadaan kabel yang melintang di dalam saluran drainase turut memperparah potensi banjir saat musim hujan.

Kabel yang berada di dalam selokan kerap menjadi tempat tersangkutnya sampah plastik, dedaunan, serta ranting yang terbawa aliran air. Akibatnya, kapasitas saluran berkurang dan air berpotensi meluap ke badan jalan.

Fery, warga Kampung Ciburial, Kecamatan Cisarua, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan serius.

“Kabel-kabel itu masuk ke saluran drainase. Ketika hujan, sampah banyak tersangkut sehingga aliran air tidak lancar. Akibatnya air meluap dan memicu genangan,” kata Fery.

Menurutnya, jumlah kabel yang terpasang terus bertambah dalam dua tahun terakhir seiring meningkatnya kebutuhan layanan internet masyarakat.

Ia berharap pemasangan jaringan utilitas dapat dilakukan sesuai standar teknis dengan menyediakan jalur khusus, baik melalui ducting maupun sistem bawah tanah, sehingga tidak mengganggu fasilitas umum maupun lingkungan sekitar.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti jumlah penyedia layanan internet yang beroperasi di sepanjang jalur wisata Puncak. Namun berdasarkan pengamatan warga, dalam satu tiang utilitas terdapat sejumlah jaringan kabel dari berbagai provider yang terpasang secara bersamaan.

Kondisi tersebut mendorong warga dan wisatawan meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk melakukan inventarisasi, penataan, dan penertiban jaringan utilitas yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip keselamatan dan estetika kawasan wisata.

“Puncak adalah ikon pariwisata Jawa Barat. Penataan kabel harus menjadi perhatian bersama agar kawasan ini tetap nyaman, aman, dan menarik bagi wisatawan,” ujar Indah.

Senada dengan itu, Fery berharap langkah penertiban dapat dilakukan secara berkala dan tidak menunggu hingga terjadi dampak yang lebih besar.

“Jangan sampai menunggu banjir besar atau kejadian yang merugikan masyarakat. Penataan harus dilakukan sejak sekarang demi kenyamanan warga dan wisatawan,” pungkasnya.

Keberadaan jaringan utilitas yang tertata rapi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung citra kawasan wisata. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah, operator telekomunikasi, serta pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menata kabel-kabel yang saat ini memenuhi sejumlah titik di jalur wisata Puncak. (ash)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.