Kapolda Jabar Resmikan Pos Hoegeng dan Subianto, Simbol Baru Pelayanan Polisi Humanis di Bogor

oleh -221 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi Bogor – Dua bangunan strategis milik Kepolisian Republik Indonesia di Kabupaten Bogor resmi direnovasi dan diresmikan, Selasa (17/6/2025). Masing-masing pos polisi tersebut berada di kawasan Gadog, Kecamatan Ciawi, dan Sentul, Kecamatan Babakan Madang. Menariknya, kedua pos kini diberi nama Pos Hoegeng dan Pos Subianto, sebagai bentuk penghormatan terhadap dua figur polisi teladan nasional.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, serta disaksikan oleh Bupati Bogor Iwan Setiawan, perwakilan Forkopimda, serta keluarga besar almarhum Jenderal (Purn.) Hoegeng Iman Santoso.

banner 336x280

Fasilitas Modern untuk Layanan Maksimal

Dalam wawancaranya, Kapolda Jawa Barat menyampaikan bahwa pembangunan kedua pos ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi simbol nyata dari transformasi pelayanan polisi yang modern, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

“Kita telah meresmikan renovasi dua bangunan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor, yaitu Pos Gadog ini yang diberi nama Hoegeng, dan Pos Subianto di Sentul. Keduanya diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam bidang lalu lintas, baik ke arah Sentul maupun Puncak,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghidupkan semangat keteladanan Jenderal Hoegeng di tengah dinamika tugas kepolisian masa kini.

“Harapannya, polisi-polisi yang bertugas di kedua pos ini maupun masyarakat yang melintas di Jalan Bukit ini bisa terinspirasi oleh integritas, dedikasi, dan keberanian Jenderal Hoegeng dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Canggih dan Terkoneksi ke Seluruh Sistem

Kapolda juga memuji fasilitas yang tersedia di Pos Hoegeng Gadog. Pos ini dilengkapi command center yang memantau arus kendaraan secara real-time dari kawasan Gadog hingga Puncak, jalur yang terkenal padat pada akhir pekan dan musim liburan.

“Jika terjadi kepadatan, petugas bisa langsung mengambil keputusan untuk rekayasa lalu lintas seperti buka-tutup jalur. Bahkan seluruh ruas jalan juga termonitor, sehingga bisa cepat ditangani jika terjadi kecelakaan, kemacetan, atau gangguan kriminalitas lainnya,” paparnya.

Selain itu, kedua pos juga terhubung dengan sistem komunikasi lintas sektor, mulai dari Dinas Perhubungan hingga jajaran aparat wilayah, memungkinkan koordinasi cepat dan efektif.

Fasilitas Istirahat yang Layak untuk Petugas

Kapolda juga mengapresiasi tersedianya fasilitas istirahat bagi para personel yang bertugas. Di lantai atas Pos Hoegeng, terdapat ruang istirahat dengan 50 tempat tidur.

“Dengan fasilitas ini, kami ingin memastikan kenyamanan dan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Di saat lalu lintas padat, mereka bisa bergantian beristirahat, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap prima,” ungkapnya.

Keteladanan sebagai Spirit Pelayanan

Di akhir pernyataannya, Kapolda menegaskan bahwa nama besar Hoegeng dan Subianto bukan sekadar simbol, melainkan panggilan moral bagi seluruh anggota kepolisian.

“Semua polisi yang bertugas di tempat ini, dan di seluruh Jawa Barat, harus meneladani sosok Hoegeng. Sederhana, ringan tangan, dan punya integritas tinggi. Itu bukan hanya harapan, tapi keharusan,” tutupnya.

Peresmian dua pos ini pun disambut antusias masyarakat dan tokoh-tokoh daerah. Selain sebagai pusat komando lalu lintas, Pos Hoegeng dan Pos Subianto diharapkan dapat menjadi titik inspirasi lahirnya pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.