berantas86news | Ciawi Bogor, 12 Juni 2025 – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Kecamatan Ciawi kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di Halaman Kantor Kecamatan Ciawi pada Kamis, 12 Juni 2025 mulai pukul 08.00 WIB.
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor ke-543 dan Hari Lanjut Usia Nasioanal (HALUN) ke 29 ini disambut antusias oleh masyarakat. Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pangan pokok dijual dengan harga terjangkau, seperti beras 5 kg seharga Rp 59.500, minyak goreng Rp 16.500/liter, daging ayam Rp 29.000/ekor, hingga telur ayam Rp 25.000/kg.
Kesuksesan GPM Istimewa ini tidak lepas dari peran aktif Karang Taruna Kecamatan Ciawi yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan. Personel Karang Taruna dari Desa Ciawi berjibaku di lapangan, membantu proses distribusi, pengaturan antrian, hingga memastikan kelancaran acara dari awal hingga akhir.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciawi, Desrino Guruh, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para anggotanya yang terlibat.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Karang Taruna yang telah berjibaku di lapangan. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bukti nyata bahwa peran pemuda sangat penting dalam mendukung program pemerintah,” ujar Desrino.
Selain penyediaan bahan pangan murah, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh partisipasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Ciawi. Berbagai produk lokal seperti makanan ringan, minuman herbal, hingga kerajinan tangan dipamerkan dan dijual di area kegiatan, menambah semarak suasana dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
“Acara ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan sembako murah, tapi juga menjadi peluang bagi UMKM kami untuk promosi dan meningkatkan penjualan,” ujar salah satu pelaku UMKM, Sari, yang menjual kue basah tradisional.
Warga pun merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Hodijah, warga Desa Ciawi, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Harga beras, minyak, dan telur di sini jauh lebih murah. Semoga acara seperti ini sering diadakan,” tutur Hodijah sambil tersenyum.
Dengan dukungan Badan Pangan Nasional, DKPP Kabupaten Bogor, dan para stakeholder lainnya, GPM Istimewa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi solusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Pengunjung juga diingatkan untuk membawa kantong belanja sendiri, karena panitia membatasi pembelian maksimal dua paket per orang dan stok tersedia selama persediaan masih ada. (mang uka)












