berqntas86news | JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus mengintensifkan kerja 9 Desk Prioritas yang menjadi bagian dari agenda utama di bawah kepemimpinan Menko Polhukam, Budi Gunawan. Salah satu desk yang menjadi perhatian serius adalah Desk Pemberantasan Judi Online.
Dalam laporan periode 13–19 Juni 2025, Desk Pemberantasan Judi Daring mencatat kemajuan signifikan dalam upaya penanganan kejahatan digital ini. Sebanyak 34.321 konten perjudian online berhasil diblokir, sementara platform pelaporan publik CekRekening.id menerima 1.085 aduan terkait rekening mencurigakan. Di sisi lain, Polri mencatat 7.165 kasus judi online, dengan angka tertinggi berasal dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Dalam aspek penegakan hukum, terdapat perkembangan baru berupa penetapan 14 tersangka, penambahan 21 kasus penyidikan, serta penyitaan 15 perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk aktivitas ilegal. Selain itu, ditemukan modus baru berupa penggunaan akun QRIS milik UMKM sebagai rekening penampung dana perjudian, yang kini menjadi fokus perhatian aparat.
Sebagai langkah strategis, Desk juga telah menyelenggarakan rapat koordinasi di Yogyakarta bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta pemerintah daerah. Pertemuan ini bertujuan memperkuat literasi keamanan digital di daerah, mendukung implementasi UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta mendorong pelatihan kriptografi sebagai bagian dari pengamanan sistem digital nasional.
“Tantangan utama yang masih dihadapi saat ini adalah rendahnya literasi keamanan digital di kalangan pemerintah daerah dan masyarakat, serta meningkatnya transaksi ilegal melalui mata uang kripto,” ujar Menko Polkam Budi Gunawan dalam keterangan resminya.
Sebagai bentuk respons terhadap tantangan tersebut, Kemenko Polhukam mendorong penguatan sinergi antar-kementerian dan lembaga, serta pengembangan sistem pengawasan transaksi digital yang lebih adaptif dan canggih untuk menekan peredaran judi online di Indonesia.***












