Ketua Umum AMBS Mendesak Bupati Bogor Tuntaskan Angka Terpapar HIV/AIDS

oleh -83 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bogor, 10 Mei 2025 – Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, S.IP., mengeluarkan pernyataan tegas yang mendesak Bupati Bogor untuk segera menuntaskan dan meminimalisir angka terpapar HIV/AIDS di Kabupaten Bogor. Dalam pernyataannya, Muhsin menekankan pentingnya kolaborasi dengan para alim ulama dalam upaya penanggulangan penyakit ini, yang menurut catatan menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Barat.

Muhsin menjelaskan, peningkatan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor menjadi perhatian serius, terutama karena sebagian besar kasus disebabkan oleh perilaku penyimpangan seksual, termasuk pelacuran dan praktik LGBT. “Kami tidak bisa menutup mata terhadap fakta ini. Penting untuk melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk alim ulama, dalam memberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya,” ungkapnya.

banner 336x280

Aliansi Masyarakat Bogor Selatan percaya bahwa pendekatan yang melibatkan tokoh agama akan sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat. “Kami berharap Bupati Bogor dapat mengambil langkah nyata dengan melibatkan alim ulama dalam program-program sosialisasi dan edukasi, serta menyediakan layanan kesehatan yang lebih aksesibel bagi masyarakat,” tambah Muhsin.

Lebih lanjut, Muhsin juga menekankan perlunya program rehabilitasi dan dukungan bagi individu yang terpapar HIV/AIDS. “Kita harus memberikan dukungan moral dan psikologis kepada mereka yang terinfeksi, agar mereka tidak merasa terisolasi dan stigma yang ada dapat diminimalisir. Dengan pendekatan yang holistik, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua anggota masyarakat,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, AMBS juga berencana untuk menyelenggarakan seminar dan workshop yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga medis, psikolog, dan tokoh masyarakat. “Kami ingin menciptakan forum diskusi yang terbuka, di mana masyarakat dapat bertanya dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai HIV/AIDS. Edukasi adalah kunci untuk mengubah stigma dan meningkatkan pemahaman tentang penyakit ini,” tutup Muhsin.

Muhsin menambahkan, “Intinya, persoalan HIV/AIDS sudah jadi ancaman yang mengkhawatirkan. Grafiknya semakin pesat, dan ini menjadi ancaman bagi masyarakat karena pergerakan HIV/AIDS ini bergerak secara senyap, menularkan virus. Ada beberapa sebab, termasuk maraknya tempat-tempat prostitusi dan praktik LGBT, yang menjadi penyebab utama meningkatnya angka HIV/AIDS di Bogor Selatan. Solusinya adalah pemerintah, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan aktivis harus terus melakukan penyuarakan dan pencegahan, karena sangat mengkhawatirkan atas meningkatnya HIV/AIDS di Bogor Selatan.”

Dengan langkah ini, diharapkan angka terpapar HIV/AIDS di Kabupaten Bogor dapat berkurang secara signifikan, serta menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan teredukasi mengenai risiko dan pencegahan penyakit menular tersebut. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.