Longmarch 17 Pemuda Rumpin Menuju Gedung Sate, Melintas di Ciawi di Hari Kedua Perjalanan

oleh -24 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi, 10 Juli 2025 — Sebanyak 15 pemuda dari Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melakukan aksi longmarch menuju Gedung Sate Bandung sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang selama hampir dua dekade menghadapi konflik agraria berkepanjangan. Pada hari kedua perjalanan, mereka tiba di wilayah Ciawi dan disambut langsung oleh Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana bersama unsur pemerintah Kecamatan Ciawi, tepat di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawi.

Dalam penyambutannya, Kapolsek Ciawi menyampaikan dukungannya terhadap aksi damai tersebut dan memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga keselamatan serta ketertiban selama menempuh perjalanan panjang menuju Bandung.

banner 336x280

“Selamat datang di wilayah Ciawi. Kami menghargai semangat kalian yang menyuarakan aspirasi dengan cara damai. Tetap jaga keselamatan dan kekompakan di jalan,” ujar AKP Dede Lesmana.

Aksi longmarch ini dilakukan untuk membawa langsung suara masyarakat Desa Sukamulya yang selama lebih dari 19 tahun, menurut keterangan warga, hak atas tanah seluas sekitar seribu hektare diklaim sepihak oleh TNI Angkatan Udara dan hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang adil dari pemerintah.

Muhammad Sahri, salah satu peserta longmarch, menyampaikan bahwa perjalanan ini dimulai dari Kantor Desa Sukamulya pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami longmarch dari Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor menuju Kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung untuk menyampaikan aspirasi seluruh warga Desa Sukamulya. Selama ini, selama lebih dari 19 tahun atau hampir dua dekade, tanah milik warga seluas seribu hektare diklaim sepihak oleh TNI Angkatan Udara. Sampai saat ini belum ada penyelesaian dari pemerintah. Tujuan kami ke Gedung Sate adalah ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Bapak Deddy Mulyadi, agar beliau bisa membantu menyelesaikan masalah agraria ini,” ujar Sahri.

Ia juga menambahkan, aksi ini melibatkan total 17 orang peserta inti, ditambah satu orang tenaga medis dan dua orang pemantau, semuanya berasal dari wilayah Kecamatan Rumpin. Mereka berangkat dengan penuh semangat dan menargetkan tiba di Bandung dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari, tergantung situasi di lapangan.

“Kami jalan terus full setiap hari, hanya berhenti untuk salat, makan, atau beristirahat sejenak. Kami siap bermalam di mana pun selama perjalanan, dan akan terus melanjutkan langkah hingga sampai ke tujuan,” imbuhnya.

Setelah dari Ciawi, rombongan akan melanjutkan perjalanan melalui jalur Puncak, kemudian masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur dan seterusnya hingga ke Gedung Sate Bandung. Pihak kecamatan dan aparat keamanan di tiap wilayah yang dilewati turut berperan memfasilitasi dan menjaga keamanan selama aksi berlangsung.

Longmarch ini menjadi potret nyata semangat warga dalam memperjuangkan hak atas tanah secara konstitusional dan damai, sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah agar lebih tanggap terhadap isu-isu agraria yang menyangkut nasib rakyat kecil. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.