berantas86news | Ciawi, 12 Desember 2025 — Peringatan Milad Akbar ke-26 Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah dan Padepokan Sabatin digelar dengan khidmat di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Acara ini dihadiri tokoh ulama, aparat TNI–Polri, pemerintah kecamatan, serta berbagai organisasi masyarakat. Seluruh elemen tampak kompak berpose bersama di atas panggung sebagai simbol sinergi menjaga harmoni, keamanan, dan ketertiban wilayah.
Milad tahun ini mengusung tema “Merajut Persatuan dan Kesetaraan Bangsa dalam Bingkai Kebinekaan”, mencerminkan komitmen Majelis dalam memperkuat nilai dakwah, budaya, dan persaudaraan lintas daerah.
Ketua Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah dan Padepokan Sabatin, SM Fu’ad Rifa’i, menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri pada 9 September 1999, berlandaskan lima pilar utama: Ilmiyah, Adabiyah, Askariyah, Iqtisodiyah, dan Siyasiyah.
“Kelima pilar ini menjadi fondasi pembinaan jamaah dan sahabat kami di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebutkan terdapat 313 sahabat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dihimpun dalam semangat persaudaraan dan kesetaraan. Selain itu, Majelis juga memiliki komunitas Sahabat Cahir Batin (Sahabatin) dengan 331 anggota, serta kelompok Rajawan 78R dan Badan 08 yang turut diperkuat oleh berbagai padepokan, ormas, serta komunitas seni dan budaya. Majelis ini telah berbadan hukum sejak 2016.
“Dakwah kami merangkul, bukan memukul; merahmati, bukan menyakiti. Karena itu tidak heran jika ada santri yang bertato atau berasal dari latar belakang jalanan. Kami memanusiakan manusia.”
Ia juga mengingatkan bahwa kesalehan tidak boleh berhenti pada ibadah pribadi, tetapi harus dibarengi kepedulian sosial:
– Hablum minallah
– Hablum minannas
– Hablum minal ‘alam
Semua harus berjalan seimbang.
Ketua Majelis turut menyoroti pentingnya kecintaan terhadap tanah air dan kelestarian alam.
“Hubbul wathan minal iman. Jangan rusak alam. Bila alam marah, itu akibat ulah manusia sendiri,” katanya.
Melalui program Pepeling — Pecinta dan Pelestari Lingkungan, Majelis telah menanam ribuan pohon di berbagai daerah bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Doni Monardo. Ada pula inisiatif hutan kota seluas satu hektare untuk penanaman pohon keras. Program “satu pohon satu kecamatan” juga sudah berjalan di banyak wilayah sesuai karakter tanah masing-masing.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau para kiai, tetapi tugas kita semua. Media pun punya peran penting agar masyarakat mengetahui kegiatan positif seperti ini.”
Milad ke-26 diisi dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari tawassul, pembacaan maulid, hingga pemberian santunan. Siang harinya disajikan pertunjukan seni budaya seperti wayang dan dongeng Sunda, serta musik religi. Malam harinya acara ditutup dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan para ustaz dan ikhwan dari berbagai daerah, termasuk perwakilan sahabat dari Banten.
Acara berlangsung tertib, penuh keakraban, dan menjadi momentum memperkuat silaturahmi antar-umat, aparat, dan masyarakat. Foto bersama seluruh elemen pada akhir kegiatan menjadi simbol kuatnya kerja sama dalam menjaga keberagaman dan keutuhan bangsa. (MU)












