Pelatihan Destana Desa Cileungsi Diperkuat CSR PLN, Fokus Kesiapsiagaan Longsor

oleh -28 Dilihat
banner 468x60

beranta86news | Ciawi, Kabupaten Bogor – Pemerintah Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar Pelatihan dan Bimbingan Teknis Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai bagian dari Program Desa Siaga Bencana, yang didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN bekerjasama dengan Yayasan Shaf. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya longsor. (Rabu, 14/1/2026).

Kepala Desa Cileungsi, Baban Subandi, A.Md, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, melainkan merupakan rangkaian program yang telah berjalan sejak Desember lalu.

banner 336x280

“Sebenarnya kegiatan ini tidak hanya berlangsung hari ini saja. Sejak bulan Desember, Desa Cileungsi telah menerima program CSR dari PT PLN yang berfokus pada penanggulangan bencana. Alhamdulillah, di wilayah Kecamatan Ciawi, Desa Cileungsi ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan CSR tersebut,” ujar Baban Subandi.

Dalam program tersebut, PT PLN memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, di antaranya tenda darurat, tandu evakuasi, hingga chainsaw untuk kebutuhan tanggap darurat di lapangan.

“Selain bantuan sarana, dilakukan juga pelatihan kepada 20 orang peserta yang bekerja sama dengan BPBD. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, baik di Desa Cileungsi maupun secara umum di Kecamatan Ciawi,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan penyuluh langsung dari BPBD Kabupaten Bogor yang memberikan materi sekaligus pendampingan teknis kepada peserta. Para peserta dibekali pemahaman mitigasi bencana, penanganan darurat, hingga simulasi evakuasi saat bencana terjadi.

Menurut Baban, meskipun program CSR dari PT PLN ini merupakan yang pertama kali diterima Desa Cileungsi, pembentukan dan pembinaan Destana oleh BPBD sudah berjalan cukup lama.

“Desa Cileungsi bahkan menjadi salah satu desa pertama di Kecamatan Ciawi yang membentuk Desa Tangguh Bencana. Jadi secara kesiapan, kami sudah cukup matang,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Desa Cileungsi, dari RW 1 hingga RW 5, memiliki potensi rawan longsor.

“Yang paling rawan berada di RW 2 dan RW 4. Khususnya di RW 4, ada satu sampai dua RT yang cukup sering mengalami longsor karena merupakan bekas area longsoran. Sempat ada rencana relokasi, namun warga belum bersedia,” ungkap Baban.

Selain simulasi kebencanaan, kegiatan Destana ini juga diisi dengan penanaman pohon di sejumlah titik rawan longsor sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

Peserta pelatihan berasal dari seluruh unsur masyarakat Desa Cileungsi, mulai dari pemuda, ibu-ibu, hingga perwakilan lembaga desa.

“Semua unsur kami libatkan agar kesiapsiagaan bencana menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ciawi, Ita Shiamita, menyampaikan bahwa pihaknya berperan sebagai penghubung antara CSR PT PLN dengan Yayasan SHAF selaku mitra pelaksana kegiatan.

“Saya merekomendasikan kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cileungsi karena Destananya sudah cukup maju. Setelah dilakukan komunikasi, Desa Cileungsi menyatakan kesiapan penuh,” ujarnya.

Menurut Ita, dibandingkan desa lain di Kecamatan Ciawi, Destana Desa Cileungsi dinilai lebih aktif dan berkembang.

“Kalau di desa lain sebagian masih tahap awal pembentukan, sementara di Cileungsi sudah berjalan dan siap menerima penguatan kapasitas melalui pelatihan CSR seperti ini,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Desa Cileungsi diharapkan semakin tangguh dan siap menghadapi potensi bencana, sekaligus menjadi percontohan penguatan Destana berbasis kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha di Kabupaten Bogor. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.