berantas86news | SUKAMULYA, RUMPIN – Setelah menjalani perjalanan panjang dan melelahkan dalam aksi longmarch dari Rumpin, Kabupaten Bogor menuju Gedung Sate, Bandung, sebanyak 17 pemuda Desa Sukamulya akhirnya kembali ke kampung halamannya. Mereka dijemput langsung oleh Kepala Desa Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin, pada Rabu malam (16/7/2025) pukul 21.00 WIB.
Rombongan pemuda tiba kembali di wilayah Bogor sekitar pukul 05.00 WIB pada Kamis (17/7/2025). Suasana haru menyambut kedatangan mereka yang telah berjuang membawa aspirasi masyarakat desa melalui aksi damai yang menginspirasi.
Kepala Desa Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat dan keberanian para pemuda tersebut. Ia menilai aksi ini sebagai bentuk kepedulian dan peran aktif pemuda desa dalam menyampaikan suara dari akar rumput.
“Kami bangga anak-anak muda Sukamulya mampu menunjukkan semangat perjuangan dan keberanian. Ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi langkah moral yang patut diapresiasi,” ujar Ikhwan saat menyambut para pemuda di halaman kantor desa.
Meskipun dalam perjalanan mereka belum berhasil bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), namun harapan tetap terpatri. Para pemuda berharap suatu hari bisa diundang dan dipertemukan secara langsung dengan Gubernur di Rumah Pakuan, Subang.
“Kami sadar bahwa belum waktunya bertemu Pak Gubernur. Tapi kami berharap perjuangan ini terdengar. Kami ingin suatu hari diundang dan bertemu langsung dengan KDM untuk menyampaikan aspirasi masyarakat desa,” ungkap Hikmaludin, salah satu pemuda yang mengikuti longmarch.
Aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan representasi semangat pemuda desa untuk terlibat dalam perubahan sosial yang lebih luas. Kehadiran Kepala Desa saat penjemputan menunjukkan dukungan penuh terhadap perjuangan anak-anak muda di wilayahnya.
Aber, salah satu Ketua RW di Desa Sukamulya yang juga hadir dalam penyambutan, menyampaikan pesan yang menyentuh:
“Kita telah sampai ke tempat asal kita diberangkatkan. Desa Sukamulya. Tempat kelahiran kita perjuangkan. Ya, kita selamat. Mudah-mudahan perjuangan ini mendapatkan hasil.
Allah membukakan pintu hati buat gubernur kita, Bapak Dedi Mulyadi. Untuk berjuang membela anaknya, masyarakatnya. Insya Allah. Amin.”
Pernyataan tersebut menggambarkan dukungan masyarakat dan harapan yang kuat agar perjuangan anak-anak muda ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jawa Barat.
Kepulangan 17 pemuda ini menjadi momen inspiratif yang membangkitkan semangat solidaritas dan partisipasi aktif pemuda desa. Dengan langkah kaki dan tekad yang tulus, mereka telah menyuarakan harapan – kini tinggal menunggu pintu dialog dibuka. (mang uka)













