Solidaritas Tiga Organisasi, Dana Operasi Balita Anak Eks Karyawan BUMD Bogor Terkumpul dalam 24 Jam

oleh -37 Dilihat
banner 468x60

berantas86news |BOGOR – Aksi solidaritas kemanusiaan ditunjukkan tiga organisasi di Bogor dengan menggalang dana untuk biaya operasi Muhammad Akbar (1,5 tahun), putra dari Irfan Satria Budi, mantan karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, donasi yang dihimpun berhasil mencapai target kebutuhan operasi dan perawatan medis, yakni sekitar Rp10 juta.

banner 336x280

Penggalangan dana ini dilakukan oleh Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Aksi kemanusiaan tersebut berangkat dari keprihatinan atas kondisi yang dialami keluarga Irfan. Sejak perusahaan tempatnya bekerja dinyatakan pailit pada Desember 2024, ia belum menerima hak gaji sejak Juli 2022 dengan total piutang mencapai Rp179.034.788.

Kondisi tersebut berdampak serius terhadap perekonomian keluarga Irfan yang memiliki tiga orang anak. Terlebih, Muhammad Akbar sejak lahir diketahui mengidap penyakit jantung dan paru-paru, sehingga membutuhkan perawatan intensif dan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Rika, istri Irfan, mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mempertahankan pengobatan anaknya sekaligus memperjuangkan hak gaji suaminya.

“Semua upaya sudah kami lakukan, mulai dari meminjam uang ke keluarga, teman, hingga tetangga, menjual dan menggadaikan barang yang tersisa, bahkan sampai terjerat rentenir. Semua itu demi biaya pengobatan anak kami dan perjuangan menuntut hak suami saya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kampung Ciaul, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan rujukan dari RSUD Ciawi, anaknya harus segera menjalani operasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

“Saya sempat bingung harus mencari biaya dari mana. Alhamdulillah, bantuan dari para donatur sangat membantu. Terima kasih, semoga dibalas kebaikan yang berlipat,” tuturnya haru.

Koordinator FABEM Bogor, Feri, menyampaikan bahwa dana yang terkumpul berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga besar organisasi, perwira TNI, wartawan, serta tokoh masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari sehari target donasi bisa terpenuhi. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat masih sangat tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, menyoroti lambannya penyelesaian hak karyawan PT PPE oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menilai, gerakan masyarakat sipil justru lebih responsif dibandingkan birokrasi.

“Ini menjadi bukti bahwa ketika birokrasi berjalan lambat, masyarakat bergerak cepat. Kami tidak bisa menunggu, karena yang dipertaruhkan adalah nyawa dan masa depan seorang anak. Dalam 24 jam, persoalan biaya operasi bisa diselesaikan. Kini saatnya pemerintah menuntaskan keadilan yang tersisa,” tegasnya.

GMPRI sebelumnya juga mengkritisi belum tuntasnya penyelesaian hak gaji mantan karyawan BUMD tersebut, meskipun Bupati Bogor telah menjabat selama satu tahun.

Ketua FWBS, Acep Mulyana, mengapresiasi partisipasi para donatur dalam aksi solidaritas tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan PT PPE tidak boleh berhenti pada bantuan kemanusiaan semata.

“Kami sangat mengapresiasi gerak cepat solidaritas ini. Namun, kasus PT PPE juga harus diusut tuntas karena menyangkut kerugian negara dan hak pekerja. Sebagai insan pers, kami akan terus mengawal kasus ini secara independen,” pungkasnya. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.