Warga Hadapi Kekeringan dan Ancaman Kesehatan Akibat Irigasi yang Tak Berfungsi

oleh -333 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bogor, 12/4/2025 – Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, kini terjebak dalam krisis air yang berkepanjangan. Selama dua tahun terakhir, warga setempat terpaksa menghadapi kekeringan yang parah akibat aliran irigasi yang tidak berfungsi. Permasalahan ini berakar dari kegagalan distribusi air dari Irigasi Cipalayangan di Desa Banjarsari, yang mengancam lahan pertanian seluas 10 hektar dan mengganggu sanitasi di empat RT di desa tersebut.

Ajat Sudrajat, Ketua RT 02 RW 05, mengungkapkan rasa frustasinya terhadap lambannya penanganan masalah ini. “Sudah dua tahun irigasi ini mati. Pertanian terganggu, bahkan limbah rumah tangga menumpuk karena saluran pembuangan ikut terganggu. Kalau dibiarkan, bukan hanya panen yang gagal, warga bisa terkena penyakit,” tegasnya saat diwawancarai pada Sabtu (12/4/2025).

banner 336x280

Desakan keras pun datang dari Ketua Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip), Ujang Kamun, yang meminta tindakan konkret dari Pemerintah Kabupaten Bogor. “Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pembiaran! Dinas PUPR harus segera turun tangan. Kalau perlu, kami akan eskalisasi ke tingkat provinsi,” tambahnya dengan nada tegas. Uka menekankan bahwa perbaikan irigasi seharusnya menjadi prioritas, mengingat dampaknya yang meluas bagi masyarakat.

Berdasarkan pantauan lapangan, aliran Irigasi Cipalayangan terhambat oleh sedimentasi dan kerusakan struktur, yang mengakibatkan air tidak sampai ke Desa Banjarwaru yang berjarak 2 kilometer dari hulu. Warga setempat pernah berinisiatif untuk membersihkan saluran irigasi, namun upaya tersebut tidak maksimal karena keterbatasan sumber daya. “Ini butuh anggaran pemerintah. Kami hanya bisa kerja bakti seadanya,” ujar Deni, salah satu warga desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor terkait rencana perbaikan irigasi yang sangat dibutuhkan oleh warga. Meski masalah ini sudah disampaikan kepada UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah Ciawi beberapa bulan lalu, harapan akan solusi yang cepat semakin menipis.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan warga, terutama terkait kesehatan dan keberlangsungan pertanian mereka. Dengan semakin menurunnya ketersediaan air, ancaman terhadap panen dan kesehatan masyarakat semakin nyata. Warga Desa Banjarwaru berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, sebelum situasi menjadi semakin buruk. red

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.