Wartawan Peduli HIV AIDS, Dinkes dan KPAD Ajak Jurnalis Bogor Selatan Lawan Stigma dan Sebarkan Informasi Benar

oleh -21 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Cipayung Bogor – Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Wartawan Peduli HIV AIDS” yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD). Acara tersebut berlangsung pada Kamis, 13 November 2025, di Hotel Mega Cipayung, dan diikuti oleh para jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekretariat KPAD Kabupaten Bogor, yang juga Ketua Lembaga Kajian Strategis (LEKAS), Muksin Zaenal Abidin. Dalam sambutannya, Muksin menekankan pentingnya peran media dalam membentuk persepsi publik serta membantu menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (odHA).

banner 336x280

“Jurnalis memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi yang benar dan mengedukasi masyarakat. Karena melalui media, pesan-pesan kesehatan bisa lebih luas menjangkau publik,” ujar Muksin.

Sementara itu, Ilham Irham dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor selaku narasumber utama menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV/AIDS kepada para wartawan agar dapat menjadi agen informasi yang benar di tengah masyarakat.

“Kami ingin memberikan pemahaman tentang apa itu HIV, bagaimana penularannya, dan bagaimana penanganannya. Masih banyak kesalahpahaman di masyarakat, misalnya bahwa HIV bisa menular lewat berjabat tangan, berpelukan, atau makan bersama. Ini keliru dan harus diluruskan,” jelas Ilham.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara Dinas Kesehatan, KPAD, dan para jurnalis menjadi langkah penting untuk membangun jaringan komunikasi dan edukasi publik. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi profesi, rumah sakit, dan pusat kesehatan, untuk membentuk jejaring “Warga Peduli AIDS” di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan itu, Ilham juga memaparkan data kasus HIV di Kabupaten Bogor yang menunjukkan bahwa Kecamatan Cileungsi menempati posisi tertinggi, disusul Cibungbulang dan Cibinong. Menurutnya, tingginya angka kasus tersebut harus diimbangi dengan peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap odHA.

“Kita ingin masyarakat tahu bahwa HIV bukan kutukan dan bukan aib. Yang dibutuhkan adalah pemahaman, dukungan, dan kepedulian bersama,” tegas Ilham.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS), Acep Mulyana, menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen para jurnalis untuk ikut serta dalam upaya penyebaran informasi yang benar dan humanis mengenai HIV/AIDS.

“Sebagai insan pers, kami memiliki tanggung jawab moral untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam melawan stigma serta memberikan edukasi yang benar. Melalui kegiatan ini, kami siap menjadi bagian dari gerakan Wartawan Peduli HIV AIDS,” ujar Acep.

Kegiatan yang berlangsung interaktif itu diakhiri dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama antara Dinas Kesehatan, KPAD, dan FWBS untuk memperkuat kolaborasi dalam edukasi publik dan pencegahan HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Bogor. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.