berantas86news | Indramayu – Suasana penuh khidmat namun hangat mengiringi prosesi Pengukuhan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/6/2025). Acara ini tak hanya menjadi momen organisasi, namun juga panggung kekuatan budaya, persatuan, dan harapan baru bagi insan pers Jawa Barat.
Diawali dengan penampilan tarian tradisional khas Indramayu, para tamu undangan disambut dengan sajian budaya yang kaya makna. Gerakan lemah gemulai penari dengan balutan busana etnik nan cerah menjadi simbol sambutan hangat dari masyarakat Indramayu kepada para pengurus PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat yang dikukuhkan.
Sebagai tuan rumah, Plt. Ketua PWI Indramayu menyampaikan sambutan penuh semangat dan keteguhan sikap untuk menjaga marwah organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Henry C.H. Bangun.
“Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Ketua Umum Henry C.H. Bangun harus tetap kita kawal hingga beliau benar-benar menjadi Ketua Umum yang tidak dapat diganggu oleh pihak mana pun. Hari ini, PWI yang dipimpin oleh beliau masih tercatat secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM. Ini bukan soal sah atau tidak sah, tetapi soal keabsahan secara konstitusional.”
“Jika hari ini banyak pengurus PWI kabupaten/kota yang dikukuhkan, anggaplah itu sebagai angin segar. Kita harus menyelamatkan marwah organisasi ini. PWI adalah milik kita semua, dan kita harus bangga menjaganya,” ujarnya lantang.
Ihsan juga menyinggung semangat kaderisasi yang terus tumbuh di daerah, termasuk Indramayu yang kini mencatatkan penambahan 36 anggota baru.
“Semoga kehadiran para tamu di Indramayu meninggalkan kesan baik. Kami di sini akan terus memotivasi kabupaten/kota lain. Jika Indramayu menjadi kenangan, maka inilah yang kami persembahkan untuk Jawa Barat. Dan PWI adalah Henry C.H. Bangun. Setuju?”
Tak kalah menarik, Wakil Bupati Indramayu, Saefudin, turut memberikan sambutan dengan gaya khasnya yang ringan, menggelitik, namun tetap mengandung pesan mendalam.
“Alhamdulillah, kita bertemu di siang menjelang sore ini. Semoga iman tetap kuat meski perut mulai keroncongan, apalagi kalau sedang puasa sunah,” ujarnya mengundang tawa hadirin.
Dengan nada santai namun penuh penghargaan, Saefudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan pengurus PWI yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Saya juga menyampaikan salam hangat dari Bupati yang hari ini berhalangan hadir. Beliau menitipkan dua tugas penting: atributif dan redistributif—yang saya sendiri masih menafsirkan ulang apa maksudnya, tapi yang jelas saya sampaikan amanah ini dengan senang hati,” katanya disambut gelak tawa.
Di sela candaannya, Saefudin mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.
“Berita yang benar membawa manfaat, berita yang salah bisa jadi fitnah. Tugas PWI adalah menjadi benteng informasi yang edukatif, inspiratif, dan mampu menangkal hoaks.”
Ia juga menyampaikan harapan agar PWI terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang informatif dan cerdas.
“Khusus di Kabupaten Kedermayu—eh, maksudnya Indramayu—mari kita jaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Kalau wartawannya semangat, daerahnya pun pasti semangat dan produktif.”
Acara pengukuhan ini pun ditutup dengan penuh semangat dan optimisme, mengukuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme wartawan di seluruh Jawa Barat. Indramayu kembali menegaskan diri bukan hanya sebagai tuan rumah yang ramah, tapi juga sebagai pusat semangat baru dalam pergerakan pers yang berintegritas. (mang uka)












