Kemenko Polkam Gelar Seminar Literasi Digital Jawa Barat Tangguh: Tangkal Ujaran Kebencian, Disinformasi, dan Hoaks di Era “Echo Chamber & Post-Truth”

oleh -92 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bandung, 11 September 2025 – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan Seminar Literasi Digital Jawa Barat Tangguh: Menangkal Ujaran Kebencian, Disinformasi, dan Hoaks dalam Fenomena “Echo Chamber & Post-Truth”.

Kegiatan ini dipimpin oleh Marsma TNI Arifien Sjahrir selaku Plt. Asisten Deputi Koordinasi Media Komunikasi dan Informasi, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

banner 336x280

Literasi Digital Sebagai Pilar Demokrasi

Dalam sambutan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsda TNI Eko Dono
Indarto, yang disampaikan oleh Plt. Asisten Deputi, ditegaskan bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, etika bermedia, keamanan digital, serta kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

“Perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dan memperkuat demokrasi. Namun, era post-truth menghadirkan tantangan serius ketika opini dan emosi kerap mengalahkan fakta. Fenomena echo chamber memperburuk kondisi dengan menciptakan ruang gema digital yang memicu polarisasi, memperkuat hoaks, dan mengancam kohesi sosial bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan seminar ini sejalan dengan visi Presiden dan Kemenko Polkam dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Masyarakat yang melek literasi digital diyakini akan lebih cerdas, kritis, berintegritas, serta tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan.

Narasumber dan Diskusi Strategis

Para narasumber memaparkan beragam isu strategis, mulai dari mekanisme echo chamber di ruang digital, strategi penguatan literasi digital nasional, hingga pentingnya penegakan UU ITE secara proporsional untuk membedakan kritik dengan ujaran kebencian dan disinformasi.

Diskusi juga menekankan perlunya sinergi pemerintah, aparat hukum, akademisi, media, dan masyarakat sipil dalam menghadapi kejahatan siber. Peserta sepakat bahwa literasi digital harus terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak, khususnya dalam meredam isu SARA dan politik identitas di media sosial dengan tetap menjaga ruang demokrasi digital.

Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Seminar ini menjadi bukti komitmen Kemenko Polkam dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoral. Pemerintah berperan sebagai perumus kebijakan, aparat hukum sebagai penjaga kepastian hukum, akademisi sebagai pengembang gagasan ilmiah, media sebagai pengelola arus informasi, komunitas sebagai penggerak di akar rumput, serta sektor swasta sebagai penyedia teknologi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi digital Indonesia yang tangguh.

Peserta dan Narasumber

Seminar dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, S.STP., M.Tr.Ap., serta menghadirkan narasumber utama:

  • Bambang Tri Santoso, Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan, Kemenkominfo;
  • Dr. Sugeng Purnomo, S.H., M.Hum., Jaksa Ahli Utama JAM Datun, Kejaksaan RI;
  • Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., Guru Besar Universitas Padjadjaran;
  • Dr. Nisa Felicia, Ph.D., Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan.

Turut hadir perwakilan instansi pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, komunitas literasi Kota Bandung, civitas akademika, serta unsur TNI-Polri, Kejati, dan Kejari di Jawa Barat. (kdm)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.