Bintang, Siswi Kelas X yang Tertidur Saat Atap Sekolah Ambruk: Harapan Keluarga untuk Adik-Adiknya

oleh -26 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | CIAWI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 51 siswa menjadi korban ambruknya atap bangunan SMKN 1 Cileungsi, Rabu (10/9/2025). Hingga Kamis (11/9/2025) siang, tercatat 26 siswa menjalani rawat jalan dan 8 lainnya masih dirawat inap di sejumlah rumah sakit.

“Jadi yang tercatat sampai tadi siang ada 26 orang rawat jalan, 17 selesai ditangani, dan 8 orang rawat inap. Dari jumlah yang dirawat inap, 7 siswa dirawat di RS dr. Abdul Radjak Cileungsi, sementara 1 pasien dirujuk ke RSUD Dr. KH. Idham Chalid,” jelas Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, Kamis (11/9/2025).

banner 336x280

Fusia menerangkan, siswa yang dirujuk ke RSUD Dr. KH. Idham Chalid adalah Bintang Gracia Artauli, siswi kelas X SMKN 1 Cileungsi. Bintang dipindahkan dari RS Abdul Radjak pada Rabu malam dan kini dirawat di Ruang Anyelir 1.

“Pasien atas nama Bintang sudah dilakukan pemeriksaan MRI, rontgen, dan pemeriksaan lain. Alhamdulillah kondisinya stabil, bahkan tadi sudah bisa ngobrol santai dengan saya dan orangtuanya,” ungkap Fusia.

Menurut dokter spesialis ortopedi yang menangani, Bintang mengalami keluhan pada bagian kaki dan tangan. Namun, hasil pemeriksaan memastikan tidak ada patah tulang. “Hanya trauma saraf. Kita obati dulu, mungkin 2–3 hari bisa pulang bila kondisinya membaik,” tambahnya.

Bintang sempat menceritakan kronologi kejadian kepada Fusia. Saat atap runtuh, ia sedang tertidur bersama teman-temannya di lantai kelas pada jam istirahat. “Dia baru terbangun setelah tertimpa reruntuhan,” jelasnya.

Fusia juga menuturkan curahan hati ibu pasien yang merupakan seorang single parent. “Ibunya menangis terus. Dia bilang Bintang adalah anak pertama dan harapan keluarga untuk membantu adik-adiknya,” katanya.

Secara keseluruhan, korban insiden tersebut mengalami beragam luka, mulai dari patah tulang, luka lebam, hingga luka jahitan, terutama di bagian kepala, tangan, dan anggota tubuh lainnya. “Rata-rata cedera akibat tertimpa material bangunan. Tapi tidak ada yang kondisinya sangat berat,” ujar Fusia.

Terkait biaya pengobatan, Fusia menegaskan seluruh korban ditanggung Pemkab Bogor melalui program Universal Health Coverage (UHC). “Kalau pasien sudah punya BPJS, maka akan menggunakan BPJS. Jika belum, akan langsung kita bantu daftarkan UHC, sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, atap bangunan lantai dua SMKN 1 Cileungsi di Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ambruk tiba-tiba tanpa hujan maupun angin kencang, saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung, Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 09.20 WIB. Insiden itu menimpa puluhan siswa dan guru yang berada di dalam kelas. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.