Asap Tambang Bikin Panik Warga, Pemkab Bogor dan PT Antam Luruskan Isu Ledakan

oleh -21 Dilihat
banner 468x60

berantas86news |Bogor – Insiden munculnya asap tebal di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Aneka Tambang (Antam), Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sempat menimbulkan kekhawatiran dan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Informasi yang beredar di media sosial bahkan menyebutkan adanya ledakan serta ratusan pekerja terjebak di dalam tambang. Namun, pemerintah daerah bersama manajemen PT Antam memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Nanggung, Ae Saepuloh, sebelumnya melaporkan kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor bahwa berdasarkan informasi masyarakat dan pantauan media sosial, terjadi peristiwa teknis di wilayah tambang IUP PT Antam Blok Cepu yang ditandai dengan munculnya asap tebal. Pihak kecamatan kemudian melakukan pengecekan hingga ke depan gerbang area tambang serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

banner 336x280

“Lokasi kejadian berada di dalam wilayah IUP PT Antam sehingga identifikasi lebih lanjut dilakukan oleh pihak perusahaan. Saat laporan disusun, kondisi dan jumlah pekerja yang terdampak belum dapat dipastikan,” ujar Camat Nanggung dalam laporannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke Kecamatan Nanggung. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, hadir langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

‎”Kami hanya mempertegas kembali apa yang disampaikan oleh pimpinan Antam di Kecamatan Nanggung. Ketika mendengar ada kabar masyarakat kami menjadi korban, tentu kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” kata Rudy Susmanto.

‎Bupati Bogor mengapresiasi respons cepat jajaran keamanan dan kewilayahan. Menurutnya, Kapolres Bogor dan Dandim Bogor telah bertindak sigap sejak awal informasi diterima. Setibanya di Kecamatan Nanggung, Pemerintah Kabupaten Bogor langsung menggelar rapat koordinasi di Koramil Nanggung bersama pimpinan PT Antam dan unsur Forkopimcam.

‎”Rapat ini kami lakukan untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenarnya, sekaligus meluruskan berbagai informasi yang simpang siur di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, manajemen PT Antam dalam klarifikasi resminya menegaskan bahwa tidak terjadi ledakan di area tambang sebagaimana yang ramai diberitakan. Video yang beredar di media sosial disebut merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah.

‎”Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah pada level 600, yang terdeteksi pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB,” ujar perwakilan manajemen PT Antam.

‎Dijelaskan bahwa asap tersebut diindikasikan berasal dari terbakarnya kayu spakling atau kayu penyangga di dalam tambang, yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO).

‎”Pada saat kejadian, konsentrasi gas CO terukur mencapai sekitar 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman bagi manusia yang berada di kisaran 25 ppm. Kondisi ini berpotensi membahayakan sehingga harus segera ditangani sesuai prosedur keselamatan,” jelas pihak PT Antam.

‎Sebagai langkah pengamanan, PT Antam langsung menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan melakukan penanganan secara terukur serta bertahap hingga kondisi dinyatakan aman.

‎”Hingga saat ini penanganan masih berlangsung sesuai standar keselamatan. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan secara umum tetap terkendali,” tegas manajemen PT Antam.

‎Bupati Bogor turut meluruskan isu yang menyebutkan adanya ratusan pekerja terjebak di dalam tambang. Menurutnya, informasi tersebut merupakan kesalahpahaman istilah teknis.

‎”Yang benar adalah level 700, bukan korban 700 orang. Ini perlu kami luruskan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Rudy.

‎Ia juga menjelaskan bahwa kejadian asap tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, saat tidak ada aktivitas operasional penambangan berlangsung.

‎”Pihak Antam sudah memastikan bahwa pada jam tersebut tidak ada kegiatan penambangan. Jadi tidak benar jika dikabarkan ada pekerja yang sedang beroperasi saat kejadian,” jelasnya.

‎Sebagai langkah antisipasi awal, Pemerintah Kabupaten Bogor sempat menyiagakan unsur pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim kesehatan. Namun setelah dilakukan verifikasi langsung di lapangan, dipastikan tidak ada korban.

‎”Alhamdulillah, setelah diverifikasi langsung oleh pimpinan PT Antam, dipastikan tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban,” kata Bupati Bogor.

‎Terkait kondisi terkini, Rudy menyebutkan bahwa kadar gas karbon monoksida yang sempat berada di angka 1.200 ppm telah mengalami penurunan signifikan hingga berada di kisaran 100 ppm sebelum waktu magrib.

‎”Ambang batas aman berada di angka 25 ppm. Setelah level gas terus menurun, PT Antam akan melakukan pengecekan dan verifikasi lanjutan sebelum aktivitas lainnya dilakukan, jelasnya.

‎Bupati Bogor dan manajemen PT Antam mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

‎”Kami mengajak masyarakat untuk memastikan setiap informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya, agar tidak menimbulkan kepanikan,” pungkas Rudy Susmanto.

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan setiap informasi resmi kepada publik berdasarkan data dan fakta yang valid di lapangan. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.