berantas86news | Gadog Megamendung – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Jadi Bogor ke-543, kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung dan anak sungainya, Sungai Cibalok, digelar di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (5/6). Aksi kolaboratif ini diikuti berbagai elemen masyarakat, relawan, serta tokoh-tokoh penggerak kebencanaan, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor.
Ketua FPRB Kabupaten Bogor, Witoro, turut hadir dan menyampaikan pentingnya kegiatan semacam ini dalam mendukung program mitigasi bencana. Dalam wawancaranya, Witoro menegaskan bahwa forum PRB selama ini aktif melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, sekolah, dan desa-desa di wilayah Kabupaten Bogor.
“Program pemutusan sampah di lingkungan sungai seperti ini adalah bagian penting dari mitigasi bencana. Kita juga rutin melakukan penanaman pohon sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap kelestarian alam, suplai oksigen, dan kehidupan masyarakat,” ungkap Witoro.
FPRB Kabupaten Bogor, lanjut Witoro, terdiri dari lima unsur utama: unsur pemerintahan, relawan, media, pengusaha, dan akademisi. Dalam praktiknya, forum ini menjalin sinergi dengan BPBD Kabupaten Bogor, BNPB, serta jejaring relawan kebencanaan nasional.
Selain kegiatan lapangan, FPRB juga memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang jatuh setiap Oktober. Peringatan ini dijadikan momentum untuk memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar membersihkan sungai, tapi juga menanamkan semangat kolektif menjaga lingkungan dan mencegah bencana. Harapan kami, Kecamatan Megamendung bisa segera membentuk FPRB sendiri agar upaya pengurangan risiko bencana lebih sistematis dan berkelanjutan,” ujar Witoro.
Aksi beberesih Sungai Ciliwung-Cibalok ini juga diisi dengan edukasi lingkungan, penanaman bibit pohon, dan kampanye pemilahan sampah rumah tangga. Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor seperti Megamendung.














