berantas86news | Cibinong, Bogor – Terik matahari tak menyurutkan semangat ratusan massa yang berbaris rapi di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cibinong, Rabu (24/9/2025). Dengan spanduk besar bertuliskan “Bogor Raya Bersatu Rebut Kedaulatan Agraria”, para demonstran menyuarakan keresahan lama yang belum juga menemukan jawaban: soal tanah dan hak atas ruang hidup rakyat.
Aksi ini diwarnai dengan berbagai poster bernada tegas. Ada yang bertuliskan “Lepaskan Tahanan Rakyat”, “Hentikan Kriminalisasi Petani”, hingga seruan untuk mencabut regulasi yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Bendera merah berkibar tinggi di antara kerumunan, sementara orasi bergantian disuarakan lewat pengeras suara.
“Ini bukan sekadar perjuangan petani, tapi perjuangan seluruh rakyat Bogor Raya untuk mempertahankan tanahnya,” seru salah satu orator dari atas mobil komando, disambut pekik semangat massa.
Di tengah keramaian, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga dengan tertib. Suasana berlangsung dinamis, namun tetap dalam koridor damai. Sesekali, massa menyanyikan yel-yel perjuangan sebagai bentuk solidaritas.
Aksi ini bukanlah yang pertama. Setiap tahun, momentum Hari Tani Nasional menjadi ruang bagi petani, buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk bersatu menyuarakan agenda reforma agraria sejati. Forum Rakyat Bogor Raya, sebagai penggagas aksi, menegaskan bahwa perjuangan akan terus dilanjutkan sampai pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat kecil.
Di balik teriknya siang, semangat kebersamaan justru semakin terasa. Spanduk putih dengan huruf hijau menyala menjadi simbol tekad kolektif: bahwa tanah bukan hanya soal lahan, melainkan juga soal martabat dan masa depan generasi berikutnya.
“Selama tanah masih dikuasai segelintir orang, selama itu pula kita akan terus berjuang,” teriak seorang peserta aksi, dengan mata berbinar penuh harapan.
Aksi di depan kantor BPN Cibinong ini seakan menegaskan bahwa suara rakyat tak pernah padam. Dari Bogor Raya, gema perjuangan agraria kembali mengguncang, mengingatkan semua pihak bahwa kedaulatan sejati harus dimulai dari tanah untuk rakyat. (RB)














