Ciliwung Bukan Septic Tank: Seruan Peduli Sungai dari Gadog di HJB 543

oleh -26 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Gadog Bogor — Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, masyarakat Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Kamis (5/6/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh warga setempat bersama para pegiat lingkungan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor. Aksi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

banner 336x280

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Megamendung Ridwan, S Sos., Kepala Desa Gadog Dedi Junaedi, Ketua FPRB Kabupaten Bogor Witoro, Ketua AMBS, Karang Taruna dan KNPI Kecamatan Megamendung, PABDESI, Praktisi Hukum, wartawan serta budayawan sekaligus seniman lokal, Abah Ukam.

“Kami mengisi Hari Jadi Bogor tahun ini dengan aksi nyata: menanam 50 bibit pohon di sekitar Bendung Cibalok dan memungut sampah di sepanjang aliran Sungai Ciliwung,” ujar Dedi Junaedi, Kepala Desa Gadog.

Lebih lanjut Dedi menekankan bahwa Sungai Ciliwung telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu, bahkan sejak ratusan hingga ribuan tahun lalu.

“Sungai ini bukan hanya sumber air, tapi juga bagian dari peradaban. Sudah saatnya kita berhenti menista Ciliwung dengan membuang sampah dan limbah ke dalamnya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh budayawan Abah Ukam. Ia mengkritisi keras kebiasaan sebagian masyarakat yang menjadikan sungai sebagai saluran pembuangan limbah rumah tangga.

“Kali Ciliwung bukan septic tank! Itu penghinaan terhadap sungai yang selama ribuan tahun telah menghidupi kita. Airnya dipakai untuk irigasi, memasak, mandi, bahkan masuk ke PDAM dan kita bayar. Tapi kita balas dengan limbah? Ini harus dihentikan,” kata Abah Ukam.

Dalam aksi bersih-bersih tersebut, sedikitnya 40 karung sampah berhasil diangkut dari bantaran Sungai Ciliwung di sekitar Bendung Cibalok. Aksi ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, mengingat kerusakan lingkungan dapat memicu banjir dan tanah longsor saat musim hujan ekstrem.

Kegiatan ditutup dengan diskusi santai antar pegiat lingkungan yang membahas peran komunitas dalam mengembalikan kesadaran ekologis masyarakat. Semangat HJB ke-543 pun dimaknai sebagai panggilan untuk kembali menjaga kelestarian alam dan merawat warisan tanah Pasundan. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.