berantas86news | Cibinong, 14 Juni 2025 — Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan deretan penampilan unik dalam Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 yang digelar di kawasan GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan dari Kecamatan Ciawi, yang hadir dengan kekuatan penuh membawa semangat pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Dengan formasi barisan yang tertib dan penuh semangat, para peserta dari Kecamatan Ciawi mengenakan busana adat Sunda serba hitam dan merah. Para pria tampil gagah dengan ikat kepala dan baju pangsi, sementara para ibu mengenakan kebaya merah cerah lengkap dengan caping dan atribut pertanian seperti tampah dan alat penumbuk padi. Kehadiran mereka tidak sekadar parade, melainkan wujud ekspresi budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat agraris yang lestari dan berdaya.
Tak kalah menarik, kendaraan hias yang dibawa Kecamatan Ciawi menjadi salah satu sorotan utama. Mobil tersebut disulap menjadi replika saung tradisional, lengkap dengan atap rumbia, anyaman bambu, hiasan hasil bumi seperti pisang, kelapa, umbi-umbian, serta untaian bunga dan janur kelapa. Tertulis jelas di sisi kendaraan: “KECAMATAN CIAWI”, mempertegas identitas dan kekayaan budaya lokal yang diangkat.
Menurut PLT Camat Ciawi Denny Koswara, S.E., M.M. yang hadir memimpin langsung rombongan, partisipasi dalam helaran budaya ini merupakan bentuk komitmen Kecamatan Ciawi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sunda, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi potensi lokal.
“Helaran ini bukan sekadar perayaan, tapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda. Kami ingin anak-anak muda Ciawi dan masyarakat luas mengenal akar budayanya, mencintai produk lokal, dan bangga menjadi bagian dari Bogor yang kaya akan tradisi,” tuturnya.
Helaran Budaya HJB 2025 di GOR Pakansari menjadi ajang unjuk kreativitas dan kolaborasi antarwilayah se-Kabupaten Bogor. Penampilan Kecamatan Ciawi menjadi salah satu wujud nyata bagaimana budaya tradisional mampu disajikan dengan cara yang meriah, inklusif, dan relevan dengan zaman.
Tak hanya menampilkan parade, rombongan Ciawi juga turut serta dalam pentas seni daerah dan pameran hasil bumi serta UMKM, menjadikan keikutsertaan mereka sebagai kontribusi yang utuh dalam membangkitkan potensi lokal secara berkelanjutan. (mang uka)












