berantas86news | Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus memperkuat kesiapsiagaan keamanan siber nasional dengan menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kesiapsiagaan Keamanan Siber pada Delapan Sektor Strategis di Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan ketahanan siber nasional di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman serangan siber terhadap infrastruktur vital.
Rapat koordinasi yang diselenggarakan melalui Asisten Deputi Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber tersebut dihadiri oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama kementerian/lembaga yang membidangi delapan sektor strategis, yakni administrasi pemerintahan, energi dan sumber daya mineral, transportasi, keuangan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, pangan, serta pertahanan.
Forum ini difokuskan untuk memetakan tingkat kesiapsiagaan keamanan siber pada masing-masing sektor, mengevaluasi kapabilitas Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Asisten Deputi Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kemenko Polkam, Marsma TNI Budi Eko Pratomo, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan faktor utama dalam membangun sistem pertahanan siber yang kuat.
“Penguatan ketahanan siber hanya dapat diwujudkan melalui sinergi lintas sektor, peningkatan kapabilitas TTIS, dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil rapat koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat mempercepat implementasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), memperkuat tata kelola serta manajemen risiko siber pada delapan sektor strategis, dan meningkatkan efektivitas koordinasi antar-kementerian/lembaga.
Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola keamanan siber, serta peningkatan kemampuan respons terhadap insiden siber juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keamanan digital nasional yang tangguh.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap ketahanan siber nasional semakin kokoh sehingga mampu melindungi infrastruktur informasi vital, menjaga keberlangsungan layanan publik, serta mendukung stabilitas nasional di era transformasi digital yang terus berkembang. ***












