MAGKARYA: Ikhtiar Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB 2026 Ubah Sampah Organik Sukanagara Jadi Berkah

oleh -26 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Cianjur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) 2026 menggagas program MAGKARYA (Maggot untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Rakyat) di Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Program ini memanfaatkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program MAGKARYA digulirkan selama pelaksanaan KKN sebagai respons terhadap persoalan pengelolaan sampah organik di Desa Sukanagara yang dinilai belum optimal. Sampah rumah tangga dan sampah pasar yang terus bertambah setiap hari belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai.

banner 336x280

Gagasan tersebut berawal dari audiensi dan diskusi mahasiswa KKN dengan Kepala Desa Sukanagara pada masa awal penerjunan. Dalam pertemuan itu, pemerintah desa menyampaikan bahwa sampah organik, terutama yang berasal dari rumah tangga dan pasar, masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB 2026 mencari pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga memiliki potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Budidaya maggot BSF kemudian dipilih karena larva tersebut dapat memanfaatkan berbagai jenis sampah organik sebagai sumber pakan dan menghasilkan biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun produk turunan lainnya.

“Setelah mendengar langsung keluhan Bapak Kepala Desa terkait sulitnya mengendalikan sampah organik, terutama dari rumah tangga dan pasar, kami berinisiatif menghadirkan budidaya maggot sebagai salah satu solusi. Selain membantu mengolah sampah organik, maggot juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat,” ujar salah satu anggota tim KKN Tematik Inovasi IPB 2026.

Pelaksanaan MAGKARYA dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep budidaya maggot kepada masyarakat, penyediaan media dan bibit maggot, praktik pembudidayaan, hingga pendampingan. Tahapan tersebut dirancang agar masyarakat tidak sekadar mengetahui manfaat maggot, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk menjalankan budidaya secara mandiri.

Dalam praktiknya, sampah organik yang berasal dari rumah tangga dan lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan maggot. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi sampah organik yang berakhir sebagai timbunan, sekaligus mengubah material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sumber daya yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi.

Program tersebut mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa, Ketua RT, Ketua RW, serta warga turut mendukung pelaksanaan kegiatan, baik melalui partisipasi dalam sosialisasi maupun dukungan terhadap penyediaan lokasi dan sarana budidaya.

“Alhamdulillah, respons dari Kepala Desa, RT, dan RW sangat baik. Mereka melihat program ini sebagai solusi yang aplikatif untuk membantu mengatasi persoalan sampah organik yang selama ini menjadi kendala di desa,” kata anggota tim KKN lainnya.

Ketua Tim KKN Tematik Inovasi IPB 2026 di Desa Sukanagara mengatakan, MAGKARYA dirancang tidak berhenti pada kegiatan selama masa KKN. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran sekaligus kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan.

“Melalui MAGKARYA, kami berharap masyarakat Sukanagara tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah organik, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil budidaya maggot. Harapannya, program ini dapat terus berjalan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat meskipun masa KKN kami telah selesai,” ujarnya.

Bagi mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB 2026, MAGKARYA menjadi bentuk penerapan pengetahuan dan inovasi di tengah masyarakat. Program tersebut mempertemukan dua kebutuhan sekaligus, yakni pengelolaan sampah organik dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Melalui program ini, mahasiswa berharap Desa Sukanagara dapat memiliki alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, budidaya maggot diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu peluang usaha masyarakat sehingga sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, melainkan juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Tim KKN Tematik Inovasi IPB 2026
Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.