Pembangunan Gerai KDMP Desa Cisalada Terkendala Pengadaan Lahan

oleh -287 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Cigombong, Kabupaten Bogor – Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cigombong telah mulai merealisasikan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, berbeda dengan desa lainnya, pembangunan gerai KDMP di Desa Cisalada hingga kini masih terkendala persoalan pengadaan lahan.

Kepala Desa Cisalada, M. Datul Kahfi, menjelaskan bahwa salah satu syarat utama pembangunan gerai KDMP adalah tersedianya lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi di lokasi yang strategis. Persyaratan tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Desa Cisalada.

banner 336x280

“Untuk saat ini, kami belum memiliki lahan seluas itu di titik-titik strategis Desa Cisalada,” ujar Datul Kahfi, Kamis (15/01/26).

Ia mengungkapkan, salah satu lokasi yang direncanakan untuk pembangunan gerai KDMP berada di area SDN Sindangsari, mengingat lahan tersebut merupakan aset milik desa. Namun demikian, rencana tersebut masih menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Kami sudah mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya.

Datul Kahfi menambahkan, ruang kelas di SDN Sindangsari saat ini sudah tidak lagi digunakan. Gedung tersebut sebelumnya merupakan kantor Desa Cisalada, sebelum akhirnya dipindahkan dan bangunan lama dialihfungsikan menjadi sekolah dasar.

“Jika nantinya gerai KDMP dibangun di lokasi tersebut, pihak desa harus melakukan pembongkaran ruang kelas secara mandiri, karena pihak kontraktor mensyaratkan lahan dalam kondisi kosong,” jelasnya.

Selain lokasi SDN Sindangsari, terdapat alternatif lain yakni di area sekitar Kantor Desa Cisalada. Namun, lokasi tersebut telah berdiri fasilitas sarana olahraga yang masih aktif digunakan masyarakat. Pihak kontraktor, kata Datul Kahfi, tidak bersedia mengganti atau membangun ulang gedung olahraga tersebut.

“Memang ada opsi lain di sekitar kantor desa, tetapi sudah ada bangunan sarana olahraga. Kontraktor tidak bersedia mengganti dengan gedung olahraga baru,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pembangunan gerai KDMP tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan matang. Keberlanjutan koperasi menjadi pertimbangan utama agar keberadaan gerai benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kalau dibangun asal jadi dan akhirnya sepi pengunjung, masyarakat enggan datang ke koperasi. Dampaknya, koperasi tidak berjalan, sementara desa tetap harus menanggung kewajiban pengembalian pinjaman,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa Cisalada, Busrol, menyampaikan bahwa pihak desa telah mengirimkan surat permohonan dan koordinasi kepada beberapa instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Surat sudah kami kirimkan sekitar satu bulan lalu, namun hingga kini belum ada jawaban. Untuk sementara, kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” ungkap Busrol.

Sementara itu, perkembangan berbeda terlihat di desa lain di Kecamatan Cigombong. Desa Tugujaya dan Desa Pasirjaya dilaporkan telah mulai melaksanakan pembangunan gerai KDMP, meskipun masih dalam tahap awal.

“Untuk Desa Tugujaya, pembangunan masih dalam proses awal,”ujar Kepala Desa Tugujaya, Rifki. (ash)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.