Peringati Hari Sungai Sedunia 2025, Warga dan Komunitas Lingkungan Bersihkan Kali Cisarua

oleh -21 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Cisarua, Bogor – Suasana berbeda tampak di kawasan Pasar Cisarua dan aliran Kali Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (3/10). Ribuan warga, pelajar, komunitas lingkungan, hingga aparat pemerintahan turun bersama membersihkan sungai dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini tak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi juga pembagian ratusan bibit pohon serta fasilitas tempat sampah untuk masyarakat sekitar.

Aksi peduli lingkungan ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Ia menilai semangat masyarakat Cisarua menjadi contoh nyata kepedulian bersama terhadap sungai sebagai sumber kehidupan.

banner 336x280

“Pasukan hari ini luar biasa, masyarakat sendiri yang turun langsung membersihkan sungai. Ini bukan hanya kerja bakti, tapi amal ibadah yang manfaatnya bisa dirasakan jutaan orang yang hidup di sepanjang aliran Sungai Ciliwung,” ujar Hanif.

Hanif menjelaskan, Sungai Ciliwung yang berhulu di kawasan Puncak memiliki panjang 118 kilometer dengan lebih dari 3,5 juta jiwa di sekitarnya. Kondisi DAS Ciliwung yang menyerupai corong membuat risiko banjir semakin tinggi ketika curah hujan deras. Terlebih, tutupan hutan di bagian hulu yang dulu mencapai 7 ribu hektare kini tinggal sekitar 6 ribu hektare.

“Karena itu kita harus menanam kembali. Penanaman pohon di Hulu akan memberi manfaat besar bagi wilayah hilir, mulai dari Bogor, Depok, hingga Jakarta,” tambahnya.

Selain masalah tutupan hutan, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Menurut Hanif, penutupan dan keterbatasan TPA membuat sebagian besar sampah akhirnya bermuara ke sungai. “Kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Penggiat lingkungan harus jadi motor, pemerintah daerah mendukung penuh, dan dunia usaha ikut bertanggung jawab. Membersihkan sungai adalah kewajiban bersama,” tegasnya.

Meski acara utama berjalan lancar, terdapat agenda yang dibatalkan, yakni dialog antara warga dengan Menteri Lingkungan Hidup. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait pembatalan dialog tersebut.

Sementara di lokasi terpisah, sekelompok warga menggelar aksi unjuk rasa di Jembatan Gadog, Megamendung. Massa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi curahan hati dan sindiran terhadap kebijakan kementerian. Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (Ambsa), Muhsin, menyayangkan pembatalan dialog tersebut. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah poin penting yang ingin disampaikan langsung kepada menteri, terutama terkait situasi warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kebijakan penyegelan beberapa tempat usaha.

“Kami tadinya berharap bisa berdialog langsung, menyampaikan kondisi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena kebijakan itu. Namun sayangnya dialog dibatalkan,” ujar Muhsin.

Meski demikian, rangkaian kegiatan Hari Sungai Sedunia 2025 di Cisarua tetap berlangsung meriah dan penuh semangat. Pemerintah berharap gerakan menjaga sungai ini tidak berhenti pada momentum seremonial, tetapi berlanjut menjadi budaya bersama demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.