PKD-KT Kecamatan Ciawi Dorong Regenerasi Pemuda Desa: PKT Siapkan Program, Deni Humaedi Tegaskan Pentingnya Kaderisasi Karang Taruna

oleh -300 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi — Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Karang Taruna (PKD-KT) Tahun 2025 di Aula Kecamatan Ciawi, Sabtu (12/10/2025).
Acara ini dibuka oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ciawi mewakili Camat Ciawi, dan dihadiri oleh jajaran pengurus Karang Taruna desa se-Kecamatan Ciawi, serta perwakilan dari Pengurus Karang Taruna (PKT) Kabupaten Bogor.

Mengusung tema “Pemuda Tangguh Desa Maju, Kabupaten Bogor Istimewa — Mencetak Pemimpin Karang Taruna yang Siap Hadapi Tantangan Zaman”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kepemimpinan dan memperkuat semangat kaderisasi Karang Taruna di tingkat desa.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Ciawi mengapresiasi acara tersebut dan menegaskan pentingnya peran pemuda desa dalam mendukung program pembangunan sosial.

“Pemuda harus menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. Melalui pelatihan ini, kami berharap Karang Taruna tumbuh sebagai organisasi yang kreatif, produktif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan Program Ekonomi Produktif Rp400 Juta dari PKT Kabupaten Bogor

Sementara itu, Sopian Sauri, Bendahara PKT Kabupaten Bogor, menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan yang akan dilanjutkan dengan penguatan ekonomi produktif di tingkat kecamatan dan desa.

“Di tingkat kecamatan, kita berharap bisa meluaskan jangkauan program ini kepada teman-teman di seluruh wilayah. Setelah PKT-KT selesai dilaksanakan di 40 kecamatan, kita akan melanjutkan dengan program ekonomi produktif, dengan total dukungan anggaran sebesar Rp400 juta untuk 40 kecamatan,” ungkap Sopian.

Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2025, PKT telah mengalokasikan Rp30 juta per kecamatan sebagai dana energi produktif awal, dan tengah diupayakan peningkatan hingga Rp50 juta per kecamatan melalui dukungan Anggota DPRD Heri Gunawan (Hergun).
Selain itu, masih ada dua program lanjutan seperti Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan dukungan tambahan sebesar Rp20 juta untuk kegiatan pemberdayaan lapangan.

“Kita juga sedang berupaya agar kegiatan operasional Karang Taruna bisa diakomodasi melalui Depdagri dan dana ADD. Dukungan lintas program akan terus kita dorong agar pemberdayaan ini benar-benar merata,” jelasnya.

Deni Humaedi: “Kaderisasi Adalah Jantung Organisasi”

Deni Humaedi, Pembina Karang Taruna Kabupaten Bogor, turut hadir dan memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya pelatihan kader sebagai fondasi utama organisasi sosial kepemudaan.

“Dengan adanya pelatihan kader ini kami merasa sangat bersyukur. Karena sehebat apa pun kabupaten ini, tetap saja jantungnya ada di desa. Kalau desa tidak bergerak, ya percuma. Itulah yang disadari oleh pengurus kabupaten dan PKT, bahwa kita perlu kaderisasi yang kuat,” tegas Deni.

Menurutnya, istilah kader berasal dari kata Latin cadre, yang berarti “bingkai” atau “figur”. Ia menjelaskan bahwa kader merupakan figur penjaga organisasi yang menjadi ruh dan penopang utama keberlanjutan Karang Taruna.

“Tanpa kader, organisasi akan kehilangan jiwa. Karena itu, pelatihan seperti ini penting untuk membangun pemahaman dasar tentang keorganisasian,” ujarnya.

Deni juga menyoroti persoalan klasik di lapangan, di mana banyak Karang Taruna yang aktif hanya secara administratif namun belum memahami makna dasar organisasi.

“Padahal semua ada kitabnya — aturan dan pedoman yang perlu dipahami. Dari situlah muncul kepemimpinan, public speaking, dan kemampuan komunikasi. Karena menurut saya, 85 persen kemajuan organisasi ditentukan oleh kemampuan komunikasi,” jelasnya.

Ia mengingatkan, tantangan zaman menuntut penyesuaian pendekatan kaderisasi dengan era digital tanpa kehilangan nilai-nilai dasar perjuangan sosial.

“Sekarang zamannya gadget, serba digital. Interaksi antar-personal menurun, jadi pendekatannya pun harus disesuaikan. Fungsi utama Karang Taruna adalah menjadi mitra kepala desa dalam membangun potensi sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Deni juga menyinggung akan adanya Permensos Nomor 9 Tahun 2025 yang memperluas cakupan pembinaan Karang Taruna dan memperkuat peran Dinas Sosial sebagai pembina umum.

“Nanti pembinaan akan melibatkan banyak kementerian, termasuk Kemendes. Ini kabar baik untuk memperkuat arah kebijakan dan dukungan,” katanya.

Menutup wawancaranya, Deni berpesan agar kader Karang Taruna tidak bergantung pada anggaran semata.

“Organisasi harus bergerak dari hati, bukan karena dana. Kalau ingin besar, jangan hidup di akuarium, tapi hiduplah di samudera. Hadapi tantangan yang luas dan tumbuhkan semangat dari dalam. Karena kader sejati tumbuh di tengah keterbatasan,” ujarnya bersemangat.

“Hari ini mungkin baru langkah awal, masih ‘nol koma’. Tapi ini harus berlanjut. Jangan putus komunikasi, jangan putus asa. Karang Taruna adalah wadah besar. Kalau dikelola dengan semangat dan komunikasi yang baik, saya yakin mereka bisa menjadi motor penggerak pembangunan sosial di desa,” pungkasnya. (dpb)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.