berantas86news | Bogor — Suasana reses anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Mulyadi, M.M., di Hotel Rizen Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Rabu (9/10/2025), mendadak haru. Puluhan warga yang hadir sebagai peserta reses tiba-tiba menggelar aksi tebar poster sebagai bentuk protes atas kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yang menutup sejumlah tempat usaha di kawasan Puncak.
Dalam aksi spontan tersebut, warga membawa poster besar bertuliskan “Pak Presiden, jangan tutup mata pencaharian kami” dan “Pak Mulyadi, bantu kami untuk mempertahankan pekerjaan kami.” Tulisan itu menjadi simbol jeritan hati para pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan penyegelan tempat usaha yang disebut berdampak luas pada ekonomi masyarakat kecil.
Salah seorang warga menyampaikan curahan hatinya dengan suara bergetar di hadapan H. Mulyadi dan peserta reses lainnya.
“Pada nangis. Pada nangis, Pak. Banyak yang dirumahkan, Pak? Banyak yang dirumahkan sekarang. Makanya saya minta kesini teman. Minta dukungannya kepada Bapak Presiden, kepada Gubernur. Mohon bantuannya. Jangan sampai di masyarakat saya takut kelaparan. Karena susah cari pekerjaan. Alhamdulillah bisa mendukung. Yang tidak punya kerja, kerja. Yang udah tua, yang nenek-nenek ikut ke sini kerja. Alhamdulillah saya mengucapkan banyak terima kasih. Ada bantuan kan di sini, nggak nyampe,” ujarnya penuh haru.
Warga menilai, kebijakan penyegelan yang sembroni dengan pemerintah daerah telah menimbulkan efek domino, terutama pada para pekerja harian dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada sektor wisata dan jasa di kawasan Puncak. Mereka berharap kebijakan lingkungan tidak hanya berorientasi pada aturan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial terhadap masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Mulyadi menyatakan akan menampung dan menyampaikan langsung keluhan warga kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan, setiap kebijakan seharusnya tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk bekerja dan mencari nafkah.
“Saya memahami betul keresahan warga. Kebijakan apapun seharusnya tidak mematikan mata pencaharian rakyat. Saya akan sampaikan aspirasi ini kepada bapak Presiden untuk mengevaluasi kebijakan tersebut,” tegas Mulyadi.
Aksi damai warga itu berlangsung tertib dan mendapat perhatian besar dari peserta reses lainnya. Mereka menilai langkah warga menyuarakan aspirasi melalui forum resmi DPR RI adalah bentuk nyata partisipasi publik yang perlu dihargai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari reses masa sidang pertama tahun 2025, di mana H. Mulyadi turun langsung ke daerah pemilihannya di Kabupaten Bogor untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait dampak sosial ekonomi dari berbagai kebijakan pemerintah pusat. (mang uka)












