Program “Satu Desa Satu Sarjana” Dorong Pendidikan Masyarakat Desa di Kabupaten Bogor

oleh -14 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bogor, 7 Oktober 2025 – Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 3 masa sidang pertama yang digelar di Aula Kecamatan Ciawi menjadi ajang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyoroti program peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cileungsi yang juga Ketua DPK Apdesi Kecamatan Ciawi, Baban Subandi, A.Md., mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat program “Satu Desa Satu Sarjana” melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa. Program ini mengalami peningkatan alokasi dana dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar per desa.

banner 336x280

“Program ini sangat membantu masyarakat desa agar anak-anak muda bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan kenaikan Bankeu dari satu menjadi satu setengah miliar, namun kami mengharapkan ada peluang untuk menambah jumlah penerima beasiswa tidak hanya satu,” ujar Baban Subandi dalam sesi penyampaian aspirasi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, H. Ismail, menyambut positif inisiatif para kepala desa yang akan menjalankan program beasiswa melalui anggaran desa. Ia menegaskan bahwa kebijakan “Satu Desa Satu Sarjana” bukan berarti desa hanya boleh membiayai satu orang mahasiswa saja, melainkan bisa lebih dari itu sesuai kemampuan anggaran masing-masing desa.

“Sebenarnya bisa lebih dari satu sarjana per desa. Harapan Pak Bupati memang minimal satu desa satu sarjana, tapi sumber pembiayaannya bisa dari Bankeu maupun dana desa lainnya. Ini langkah nyata untuk meningkatkan SDM masyarakat,” ungkap H. Ismail.

Ismail juga mencontohkan keberhasilan sejumlah desa yang telah menjalankan program beasiswa secara mandiri.

“Saya dulu waktu menjabat kepala desa, bisa mencetak dua sarjana dalam setahun yang dibiayai penuh sejak masuk perguruan tinggi hingga wisuda. Sekarang sudah ada enam sarjana yang lulus dari program ini,” katanya.

Sementara di Desa Sukamanah, menurut Ismail, saat ini terdapat sembilan mahasiswa yang menempuh kuliah dengan biaya dari pemerintah desa. Rencananya, tahun depan akan ada tiga lagi yang dibiayai—dua melalui dana desa dan satu dari alokasi Bankeu sebesar Rp1,5 miliar.

“Artinya, tidak hanya satu sarjana per tahun. Pemerintah desa bisa menyesuaikan, asal anggarannya jelas dan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Program “Satu Desa Satu Sarjana” ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan Kabupaten Bogor, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi warganya. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.