Ridwan Rusliandi Siapkan Wajah Baru Kadin Kabupaten Bogor, Dorong Keterwakilan Semua Sektor Usaha

oleh -43 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | BOGOR – Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Ridwan Rusliandi, menawarkan agenda pembenahan organisasi dan perluasan keterwakilan sektor usaha jika dipercaya memimpin Kadin Kabupaten Bogor pada periode mendatang.

Ridwan ingin Kadin tidak lagi dipersepsikan hanya sebagai wadah bagi kelompok usaha tertentu. Ia mendorong organisasi dunia usaha tersebut menjadi rumah bersama bagi pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, jasa, kontraktor, hingga ekonomi kreatif.

banner 336x280

Pencalonan Ridwan disebut mendapat dukungan dan dorongan dari sejumlah organisasi serta asosiasi pengusaha. Di antaranya PHRI, Gopreknas, UAPI, PPJI, Suwana Migas, dan sejumlah organisasi lainnya.

Menurut Ridwan, dorongan tersebut muncul karena adanya aspirasi dari sebagian pelaku usaha yang menginginkan keterwakilan lebih luas di tubuh Kadin Kabupaten Bogor.

“Selama ini mungkin ada perasaan dari teman-teman bahwa mereka belum sepenuhnya terwakili di Kadin. Itu yang kemudian menjadi dorongan kepada saya,” ujar Ridwan.

Ridwan Rusliandi: Saya Murni Pengusaha

Ridwan menjelaskan, dirinya memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang bergerak di bidang ekspor-impor. Dalam perjalanan bisnisnya, ia juga pernah menggeluti berbagai bidang usaha.

Pengalaman tersebut, menurut Ridwan, menjadi bagian dari bekal dirinya untuk memahami dinamika dunia usaha sekaligus kebutuhan para pelaku usaha di Kabupaten Bogor.

“Saya murni pengusaha. Selama ini juga saya dianggap tidak berada dalam polemik yang terjadi di Kadin. Mungkin itu yang menjadi dorongan sekaligus kekuatan bagi saya untuk memberanikan diri maju sebagai calon Ketua Kadin,” katanya.

Ia menilai komunikasi dengan sejumlah asosiasi pengusaha selama ini berjalan cukup baik. Pertemuan dengan berbagai organisasi pengusaha disebut menjadi salah satu bentuk konsolidasi dan komunikasi untuk menyerap aspirasi dunia usaha.

“Alhamdulillah, sejauh ini komunikasinya baik. Buktinya hari ini kita bisa berkumpul bersama asosiasi-asosiasi pengusaha,” ujarnya.

Agenda Pertama Jika Terpilih: Benahi Kadin Kabupaten Bogor

Jika terpilih sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Ridwan menyebut pembenahan internal organisasi menjadi agenda pertama yang akan dilakukan.

Ia menilai berbagai dinamika yang pernah terjadi di tubuh Kadin perlu diselesaikan agar organisasi kembali dipercaya dan nyaman bagi seluruh anggotanya.

“Kita benahi dan rapikan dulu. Saya ingin orang sekarang nyaman di rumah Kadin. Para pengusaha merasa punya rumah untuk berkumpul, berkolaborasi dan mencari solusi bersama,” kata Ridwan.

Menurut dia, Kadin harus mampu menjalankan fungsi sebagai rumah bersama bagi dunia usaha, bukan sekadar organisasi formal.

Kadin juga diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha, asosiasi, pemerintah, pekerja, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kadin Tak Hanya Identik dengan Kontraktor

Salah satu gagasan yang disampaikan Ridwan adalah memperluas keterwakilan sektor usaha di Kadin Kabupaten Bogor.

Ia mengakui selama ini Kadin cukup identik dengan sektor kontraktor. Namun, menurutnya, dunia usaha Kabupaten Bogor memiliki cakupan yang jauh lebih luas.

“Jangan sampai Kadin hanya monoton di satu bidang besar saja. Dunia perdagangan dan industri itu luas,” ujarnya.

Ridwan mengatakan sektor perdagangan, industri, jasa, maupun ekonomi kreatif memiliki potensi yang sama untuk dikembangkan.

“Industri sekarang juga berkembang, ada industri kreatif dan berbagai macam industri lainnya. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya nanti sebagai Ketua, saya bisa menjembatani keinginan para asosiasi dan perusahaan yang lain,” katanya.

Persoalan Buruh Jadi Perhatian

Selain kepentingan pengusaha, Ridwan juga menyoroti hubungan antara dunia usaha dan pekerja. Menurutnya, persoalan buruh merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan dunia usaha.

Ia memastikan isu ketenagakerjaan akan menjadi salah satu perhatian apabila dirinya terpilih memimpin Kadin Kabupaten Bogor.

“Pasti. Apalagi buruh memang selalu menjadi isu hangat,” katanya.

Ridwan juga berencana mendorong struktur kepengurusan yang diisi berdasarkan kompetensi. Setiap bidang, menurutnya, harus ditangani oleh orang yang benar-benar memahami persoalan tersebut.

“Para WKU nantinya harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar kompeten di bidangnya. Misalnya urusan perburuhan harus orang yang memang ahli dan setiap hari berkecimpung di bidang tersebut,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, Kadin diharapkan dapat lebih cepat merespons persoalan yang muncul antara pengusaha dan pekerja.

“Ketika terjadi permasalahan atau ada yang membutuhkan solusi, bisa langsung kepada orang yang tepat. Kadin kemudian bisa menjadi jembatan,” imbuhnya.

Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor Punya Peluang Besar

Ridwan juga memasukkan sektor ekonomi kreatif dan digital sebagai salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan bisnis. Pelaku usaha kini dapat memasarkan produk dan jasa dengan modal relatif sederhana melalui platform digital.

Ia mencontohkan penggunaan TikTok untuk memasarkan vila, hotel, maupun berbagai produk lainnya.

“Sekarang apa pun sebenarnya kalau kita kreatif bisa menjadi peluang. Banyak yang menjual vila, hotel dan berbagai produk hanya menggunakan handphone, kemudian melakukan live. Itu sudah termasuk ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Karena itu, Ridwan ingin Kadin Kabupaten Bogor ke depan tidak hanya berkutat pada sektor usaha konvensional, tetapi juga aktif membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif.

Jika dipercaya memimpin, ia berencana mendorong berbagai kegiatan yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, termasuk kegiatan musik, kesenian, pameran, dan kegiatan kreatif lainnya.

“Kita ingin memberikan solusi dan kalau memungkinkan stimulus untuk mendorong para pelaku ekonomi kreatif. Kita buka ruang melalui acara-acara kreatif, musik, kesenian maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Membawa Kadin Kabupaten Bogor Lebih Inklusif

Gagasan yang ditawarkan Ridwan Rusliandi menempatkan pembenahan organisasi, pemerataan keterwakilan sektor usaha, penguatan kompetensi pengurus, perhatian terhadap persoalan buruh, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari agenda perubahan Kadin Kabupaten Bogor.

Namun, seluruh gagasan tersebut akan bergantung pada proses dan hasil pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.

Ridwan mengatakan dirinya siap membawa aspirasi berbagai asosiasi dan pelaku usaha yang telah memberikan dorongan kepadanya.

Ia berharap Kadin ke depan dapat menjadi organisasi yang lebih terbuka, representatif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin beragam.

“Harapannya, Kadin benar-benar menjadi rumah bagi seluruh pengusaha untuk berkumpul, berkolaborasi dan mencari solusi bersama,” pungkas Ridwan. (MU)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.