berantas86news | Ciawi, 23 Mei 2025 — Dalam rangkaian kegiatan Semarak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Kepala UPT Pengolahan Sampah Wilayah 3 Ciawi, Doni Romdoni, menyampaikan pandangannya mengenai persoalan krusial pengelolaan sampah di wilayah desa, khususnya terkait jenis sampah yang paling dominan seperti sampah rumah tangga dan potongan rumput.
Dalam wawancara yang berlangsung di sela-sela kegiatan, Doni menekankan bahwa masalah sampah tidak bisa dipandang remeh, terutama di lingkungan pedesaan yang saat ini mengalami peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat. “Jenis sampah yang paling banyak kami temukan adalah sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, dan juga rumput hasil dari pembersihan lingkungan. Ini perlu penanganan yang sistematis,” ujarnya.
Mengusung semangat gotong royong yang menjadi ciri khas BBGRM, Doni berharap agar pengelolaan sampah dapat tumbuh menjadi budaya yang berkelanjutan di masyarakat. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya melihat pengelolaan sampah sebagai kegiatan insidental, tapi menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan desa,” tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor pun menyatakan komitmennya untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat desa. Sejumlah titik pengumpulan sampah telah ditentukan di berbagai lokasi strategis untuk memudahkan pengawasan dan pengangkutan. Selain itu, pendekatan pengelolaan yang lebih terpusat juga mulai diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan sampah yang selama ini menjadi masalah berulang.
“DLH siap memfasilitasi dan mendampingi desa-desa dalam memperkuat sistem pengelolaan sampahnya. Kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan UPT akan menjadi kunci keberhasilan,” tegas Doni.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan semangat HJB dan BBGRM, diharapkan masyarakat desa dapat semakin aktif dan peduli terhadap persoalan lingkungan, dimulai dari kesadaran mengelola sampah di rumah sendiri. (mang uka)












