Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman Warga di Ciawi

oleh -8 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi Bogor — Udara pagi yang dingin di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terasa semakin syahdu saat puluhan warga berkumpul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk mengiringi prosesi pemakaman salah satu warga yang meninggal dunia. Tangis haru dan suasana duka menyelimuti area pemakaman, yang dipenuhi oleh kerabat, tetangga, dan sahabat almarhum, Senin (23/06/2025).

Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Para lelaki tampak bahu-membahu menurunkan jenazah ke liang lahat, sementara yang lain menyiapkan tumpukan tanah merah yang akan menutup peristirahatan terakhir sang almarhum. Suasana hening, hanya terdengar bacaan doa dan dzikir dari para pelayat yang mengiringi dengan penuh kekhusyukan.

banner 336x280

Beberapa warga tampak tidak dapat membendung air mata mereka, terutama anggota keluarga yang berdiri paling dekat dengan makam. Isak tangis terdengar pelan, menyatu dengan lantunan doa yang terus dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan pengantar kepergian almarhum ke alam keabadian.

Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, rendah hati, dan aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya. Ia juga sering terlibat dalam kegiatan keagamaan serta menjadi tempat bertanya bagi warga yang membutuhkan nasihat atau bantuan. Warga merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi perekat dalam komunitas mereka.

“Beliau adalah orang yang tidak banyak bicara, tapi banyak membantu. Bahkan di saat sulit, beliau tetap hadir untuk tetangganya. Kami semua sangat kehilangan,” ungkap Deni, salah satu warga yang turut hadir dalam pemakaman.

Tak hanya kaum laki-laki, sejumlah perempuan dan anak-anak juga terlihat hadir, menunjukkan betapa dekatnya hubungan antara almarhum dan masyarakat sekitar. Suasana kekeluargaan begitu kental, memperlihatkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat Ciawi.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Setelah tanah terakhir ditaburkan, doa kembali dipanjatkan bersama-sama. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan nasihat dan pengingat tentang arti kematian sebagai bagian dari perjalanan hidup manusia yang tak bisa dihindari.

Sebagai pengingat akan hakikat kehidupan, sebuah ayat Al-Qur’an turut dibacakan oleh salah satu tokoh agama setempat. Ayat tersebut memberikan pelipur lara dan peneguhan iman bagi keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pelayat yang hadir:

> كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
(QS. Ali Imran: 185)

Artinya:
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan yang abadi di akhirat.

Momen seperti ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua. Bahwa di balik kesibukan duniawi, ada akhir yang menanti. Dan ketika hari itu tiba, hanya amal kebaikanlah yang akan menyertai. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.