Tradisi Ngabungbang Cimande, Wujud Kepedulian Menjaga Warisan Leluhur di Bulan Mulud

oleh -30 Dilihat
banner 468x60

berantas86news| Cimande Bogor, 3 September 2025 – Masyarakat adat Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali menggelar tradisi Ngabungbang Cimande. Kegiatan yang sudah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus penghormatan terhadap keruhun atau leluhur Cimande yang telah menanamkan nilai-nilai luhur, baik dalam kehidupan spiritual maupun dalam seni bela diri pencak silat.

Pelaksanaan Ngabungbang dilakukan dengan penuh kekhidmatan. Prosesi diawali dengan doa bersama, pembacaan tahlil, serta penghormatan kepada para sesepuh Cimande. Acara dilanjutkan dengan silaturahmi antar generasi, yang menghadirkan suasana kebersamaan, kebanggaan, sekaligus refleksi atas ajaran leluhur. Nilai-nilai luhur yang diwariskan, seperti ngajén ka saluhureun, ngahormat ka sasama, jeung nyaah ka nu leutik, terus dijaga agar tidak pudar di tengah arus modernisasi.

banner 336x280

“Ngabungbang bukan hanya ritual, tetapi juga momentum untuk memperkokoh jati diri masyarakat Cimande. Kami ingin generasi muda memahami bahwa tradisi ini adalah warisan yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” ujar salah seorang tokoh Cimande.

Suasana bulan Mulud semakin memperkaya makna perhelatan ini. Selama sebulan penuh, kawasan Cimande tampak semarak dengan hadirnya pedagang yang berjejer di setiap sudut ruang terbuka, mulai dari sekitar Kantor Desa Lemah Duhur hingga kompleks pemakaman sesepuh Cimande. Kehadiran para pedagang tidak hanya menambah nuansa meriah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.

Pada saat yang sama, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang untuk berkunjung dan berdoa di makam para sesepuh Cimande. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan, sekaligus wujud ikatan spiritual masyarakat terhadap leluhurnya.

Tak kalah menarik, terdapat tradisi unik ngumbah pusaka atau mencuci pusaka yang dimiliki masing-masing keluarga. Pusaka berupa keris, kujang, golok, maupun benda peninggalan lainnya dibersihkan dengan tata cara khusus. Bagi masyarakat Cimande, tradisi ini bukan sekadar merawat benda bersejarah, melainkan juga simbol penyucian diri, memperbarui tekad menjaga amanah leluhur, dan memperkuat kepercayaan akan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Rangkaian acara Ngabungbang Cimande akan mencapai puncaknya pada malam 14 Mulud atau Sabtu malam Minggu, 6 September 2025. Pada malam itu, warga Cimande bersama para tokoh adat dan pesilat dari berbagai daerah akan berkumpul dalam sebuah helatan besar yang diisi doa bersama, pertunjukan seni budaya, serta pagelaran pencak silat Cimande. Acara puncak ini dipandang sebagai momentum paling sakral sekaligus menjadi daya tarik utama bagi ribuan pengunjung yang setiap tahunnya hadir untuk menyaksikan langsung keagungan tradisi Cimande.

Tradisi Cimande sendiri telah dikenal luas melalui aliran pencak silatnya yang mendunia, bahkan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia. Kehadiran Ngabungbang Cimande yang berpadu dengan kemeriahan bulan Mulud, ziarah sesepuh, hingga ritual ngumbah pusaka, semakin menegaskan bahwa Cimande bukan sekadar pusat seni bela diri, melainkan juga pusat peradaban budaya Sunda yang sarat makna.

Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial dan spiritual antarwarga, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya. Masyarakat pun berharap, kegiatan adat seperti ini terus mendapat perhatian, sehingga nilai-nilai luhur Cimande tetap hidup dan lestari lintas generasi. (kdm)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.