Warga dan Ojek Pangkalan Geruduk Proyek Jalan Veteran II, Kepala Desa Telukpinang Sampaikan Kritik Soal Drainase

oleh -24 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi – Puluhan warga bersama para pengemudi ojek pangkalan mendatangi lokasi proyek pengerjaan jalan di Jalan Veteran II atau dikenal sebagai jalan alternatif Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Selasa (12/11/2025).

Aksi tersebut dipicu oleh keluhan masyarakat terkait penutupan akses jalan yang lebih lama dari rencana awal. Sebelumnya, pihak proyek menyampaikan bahwa penutupan hanya berlangsung selama tiga hari, namun hingga kini jalan masih tertutup total. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi para pengemudi ojek pangkalan yang menggantungkan penghasilan dari jalur tersebut.

banner 336x280

Sebelum turun ke lokasi proyek, perwakilan warga sempat menemui Kepala Desa Telukpinang di kantor desa untuk menyampaikan keluhan mereka. Dari pertemuan itu, warga akhirnya dipertemukan langsung dengan pihak pelaksana proyek, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan Ciawi yang diwakili oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan. Polsek Ciawi turut hadir dalam pertemuan sebagai mediator agar situasi tetap kondusif.

Kepala Desa Telukpinang, Ahmad Rifai, menyampaikan sejumlah pandangan kritis dan keluhan warganya, terutama terkait desain sodetan saluran air yang dianggap tidak proporsional.

“Irigasi itu sebenarnya yang saya tahu persis. Banjir itu bukan berarti sodetannya kecil, tapi pemeliharaannya yang harus benar-benar. Kenapa? Itu karena sampah. Saya dari tahun 2019 sampai 2023, dan air saya bersihin itu sampah, Pak. Bukan masalah harus gede. Nah, harus gede boleh, tapi untuk apa kalau tetap sampah,” ujar Ahmad Rifai di hadapan para pihak yang hadir.

Ia menambahkan, keseimbangan antara saluran harus diperhatikan agar tidak memicu banjir baru.

“Sekarang aja belum di sodet seperti itu, kita sering banjir. Apalagi kalau sodetannya tidak seimbang. Makanya kemarin saya minta, bisa enggak gorong-gorong ini dialokasikan ke saluran, supaya agak dalam dan agak lebar, agar normalisasi lebih lancar,” tambahnya.

Ahmad Rifai juga menegaskan bahwa pihak desa telah berupaya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan bersurat resmi kepada instansi terkait agar solusi teknis bisa segera ditemukan.

Sementara itu, pelaksana proyek Hendi menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus mempercepat proses pengerjaan box culvert agar jalan segera dapat dilalui kembali oleh masyarakat.

“Kami diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan percepatan pekerjaan. Sosialisasi dengan warga sebenarnya sudah dilakukan sejak awal bersama pihak desa,” jelas Hendi.

Ia juga menepis isu yang beredar terkait dugaan kurangnya koordinasi dengan pihak media.

“Itu tidak benar. Saya tidak pernah bicara atau melakukan hal semacam itu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, mediasi dan pengawasan pekerjaan proyek masih berlangsung di lapangan dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan perangkat desa. Warga berharap proyek tersebut dapat diselesaikan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kepentingan masyarakat sekitar. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.