Warga Sumringah, Jalan Tembus Cihanjawar–Citeko Gagasan Bupati Bogor Mulai Diukur

oleh -29 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Megamendung – Harapan baru bagi warga kawasan Puncak mulai terlihat. Proyek jalan tembus Cihanjawar–Citeko atau Lingkar Selatan Puncak, yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto, kini memasuki tahap peninjauan dan pengukuran awal.

Rabu, 12 November 2025, sejumlah instansi turun langsung melakukan pemetaan dan pengukuran trase jalan. Proses ini melibatkan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 2, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), serta Pemerintah Kecamatan Megamendung.

banner 336x280

Jalan tembus sepanjang kurang lebih 7 kilometer dan lebar 10 meter itu akan menghubungkan Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung – hingga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Lahan untuk trase tersebut merupakan hibah dari PTPN 1 Regional 2 dan TNGGP dengan total luas sekitar 7 hektare.

Dadang, tokoh masyarakat Desa Citeko, mengaku bersyukur atas keseriusan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembukaan jalur alternatif Puncak tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Bogor. Ternyata gagasannya benar-benar dijalankan. Kalau jalan tembus Cihanjawar–Citeko dibuka, waktu tempuh dari Megamendung ke Cisarua bisa jauh lebih singkat,” ujarnya, Kamis, 13 November 2025.

Menurut dia, selama ini pengguna jalan kerap terjebak kemacetan di jalur Cikopo Selatan, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Jalan Cihanjawar–Citeko sendiri selama ini sulit dilintasi karena sempit dan sering tertutup pohon tumbang. “Dengan dibukanya jalur ini, warga yang ingin menuju Cisarua dari Gadog atau sebaliknya tidak harus memutar lewat Desa Kuta dan Desa Kopo,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ade, tokoh masyarakat Megamendung. Ia menilai proyek tersebut tidak hanya akan membuka akses mobilitas warga, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur.

“Kalau Jalan Cihanjawar–Citeko dibuka, perekonomian akan hidup. UMKM tumbuh, usaha wisata bermunculan, dan klaster-klaster ekonomi baru bisa berkembang. Semoga tahun depan sudah bisa dilintasi,” ujarnya optimistis. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.