DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Gelar Roadshow Konsolidasi Ramadhan, Adian Napitupulu Tekankan Program untuk Rakyat

oleh -337 Dilihat
banner 468x60

Ciawi Bogor| Berantas86News – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor yang dipimpin Ketua Doni Maradona Hutabarat bersama Sekretaris Haryanto dan Bendahara Muad Khalim menggelar rangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadhan. Selain membagikan takjil setiap hari di depan kantor DPC di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pengurus partai juga melaksanakan roadshow konsolidasi politik yang dirangkai dengan buka puasa bersama di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.

Pada Rabu (11/3/2026), kegiatan dimulai dari Kecamatan Pamijahan, dilanjutkan ke Kecamatan Tenjolaya, dan ditutup dengan buka puasa bersama di Kecamatan Ciawi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, di antaranya Anengsih, Eka Hari Jayanti, Rosenfield Panjaitan, dan Andriyansah.

banner 336x280

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Yunus Yusak Napitupulu.

Acara yang berlangsung di salah satu rumah warga di Ciawi itu mulai dipadati ratusan pengurus, kader, dan simpatisan sejak pukul 16.30 WIB. Dalam suasana khas PDI Perjuangan yang penuh keakraban, tidak terlihat sekat antara pimpinan partai dengan masyarakat. Adian Napitupulu dan Doni Maradona Hutabarat tampak berbaur langsung dengan warga yang hadir.

Adian Napitupulu tampil sederhana dengan mengenakan kaos hitam dan celana jeans. Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, terlihat mengenakan kaos putih yang dipadukan dengan jaket merah serta topi merah khas partai.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Andriyansah, menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat organisasi partai hingga ke tingkat bawah, sekaligus memastikan kader aktif hadir membantu masyarakat.

“Dalam pertemuan ini juga disampaikan sejumlah program yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Saat ini program tersebut sedang didata oleh para pengurus untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Andriyansah.

Ia menjelaskan, Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin. Bantuan tersebut berupa uang tunai yang bertujuan agar siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Program ini bertujuan mencegah anak putus sekolah serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, baik melalui jalur formal dari tingkat SD hingga SMA/SMK maupun jalur pendidikan nonformal,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikenal masyarakat sebagai program “bedah rumah”. Program ini merupakan bantuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Andriyansah, dalam kesempatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, juga menegaskan kepada seluruh pengurus kecamatan dan desa agar siap bergerak di tengah masyarakat.

“Pengurus yang sudah terbentuk di tingkat kecamatan dan desa harus siap turun membantu masyarakat sekaligus memperkuat perjuangan partai di tengah rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, dalam arahannya Adian Napitupulu juga menegaskan agar kader partai benar-benar mengawal program-program kerakyatan tersebut.

“Bang Adian menegaskan bahwa kader partai harus memperjuangkan program PIP dan BSPS untuk rakyat. Program itu harus sampai kepada masyarakat yang berhak dan tidak boleh ada potongan dari pihak mana pun,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Andriyansah juga mengingatkan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yakni “setialah pada sumbermu”. Ia menilai bulan Ramadhan memiliki makna historis yang penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Ramadhan bukan hanya momentum ibadah spiritual, tetapi juga memiliki nilai historis dalam perjuangan bangsa. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 9 Ramadhan 1364 Hijriah atau 17 Agustus 1945, dalam suasana umat Islam menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat Ramadhan melambangkan kesabaran, perjuangan, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari jati diri bangsa.

“PDI Perjuangan dengan ideologi Pancasila 1 Juni harus terus membumi dengan falsafah gotong royong. Karena itu, kesejahteraan dan kesehatan rakyat harus menjadi tujuan utama dalam berpolitik,” pungkas Andriyansah. (***)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.