Audiensi Aliansi Masyarakat Bogor Selatan dengan RSUD Ciawi: Tuntutan Perbaikan Layanan dan Klarifikasi dari Pihak Rumah Sakit

oleh -16 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Ciawi, Bogor – 11 Juni 2025 — Perwakilan dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) yang di pimpin oleh ketua umum Muhsin, S.IP. mendatangi RSUD Dr. KH Idham Chalid Ciawi untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan perbaikan atas kualitas pelayanan rumah sakit yang dinilai mengecewakan. Audiensi ini digelar sebagai respon atas berbagai aduan masyarakat terkait etika dan sikap sebagian tenaga medis, khususnya dokter muda, yang dinilai kurang responsif dan tidak komunikatif dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Dalam pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan kondusif tersebut, perwakilan Aliansi menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari komunikasi yang buruk antara dokter dan pasien, keterlambatan penanganan medis, hingga sikap tenaga medis yang dianggap kurang empati terhadap kondisi pasien.

banner 336x280

“Tujuan kami ke sini bukan untuk menyalahkan, tapi menyampaikan aspirasi masyarakat agar ada perbaikan nyata. Banyak warga kami merasa kecewa karena pelayanan yang mereka terima tidak sesuai harapan,” ujar salah satu perwakilan Aliansi.

Menanggapi hal ini, pihak rumah sakit yang diwakili oleh dr. Evawangi, M.Epid. dan Bu Dewi menyampaikan klarifikasi secara terbuka. Dalam pernyataannya, dr. Eva menegaskan bahwa RSUD Ciawi merupakan rumah sakit pendidikan, di mana para dokter muda sedang dalam proses belajar dan berada di bawah bimbingan dokter senior.

“Kami menyadari bahwa ada kekurangan dalam pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Masukan dari masyarakat sangat penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan pembinaan lebih lanjut,” ujar dr. Eva.

Lebih lanjut, Bu Dewi menambahkan bahwa proses pelayanan yang terjadi di rumah sakit melibatkan lebih dari 1.300 tenaga medis dan staf, dengan regenerasi yang terus berlangsung setiap tahun. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian, pembinaan etika, dan pelatihan komunikasi secara terus-menerus agar para tenaga medis, terutama dokter muda, mampu memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.

“Kami tidak hanya menilai dari sisi akademik. Etika, sikap, dan kemampuan komunikasi menjadi aspek penting dalam pembinaan dokter-dokter muda di sini. Kami berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkap Dewi.

Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada masyarakat. Aliansi Masyarakat Bogor Selatan pun berharap hasil dari pertemuan ini bisa menjadi awal dari pelayanan kesehatan yang lebih baik, manusiawi, dan transparan di masa mendatang. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.