Dukung Kesehatan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKNT IPB University Edukasi Anak Sekolah Dasar di Desa Ngaluran Mengenai DBD, TBC, dan ISPA.

oleh -37 Dilihat
Tim KKNT IPB DEMAKKAB04 melaksanakan sosialisasi DBD, TBC, dan ISPA di SDN 2 Desa Ngaluran (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
banner 468x60

Demak, 20-22 Juli 2026 – Dalam upaya mempromosikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik IPB University DEMAKKAB04 menggelar program kerja edukasi kesehatan bagi anak-anak sekolah dasar di Desa Ngaluran. Kegiatan berlangsung selama tiga hari berturut-turut berfokus pada pengenalan tiga penyakit yang umum terjadi di lingkungan Desa Ngaluran, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Program kerja dilaksanakan menargetkan siswa kelas empat hingga enam di tiga sekolah dasar, yaitu SDN 1 Ngaluran, SDN 2 Ngaluran, dan SDN 3 Ngaluran.

Pelaksanaan sosialisasi dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Desa Ngaluran yang sering mengalami kekeringan. Kondisi tersebut memicu kebiasaan warga untuk menampung air dalam jumlah banyak dan menyimpannya dalam jangka waktu lama. Tanpa disadari, wadah-wadah penampungan air terbuka tersebut menjadi tempat berkembang biak yang sangat potensial bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur dan menetas sehingga meningkatkan risiko lonjakan kasus DBD di pemukiman warga.

banner 336x280

Di sisi lain, risiko penularan penyakit saluran pernapasan, seperti TBC dan ISPA disebabkan infeksi bakteri maupun virus yang mudah menular melalui percikan air liur (droplet) saat seseorang batuk atau bersin di ruang publik, termasuk lingkungan sekolah. Kurangnya pemahaman mengenai etika batuk yang benar menyebabkan kuman berbahaya dapat dengan cepat menyebar melalui udara dan menulari anak-anak lainnya, Oleh karena itu, membekali anak-anak dengan pemahaman dasar mengenai penyebab dan gejala ketiga penyakit tersebut serta membiasakan tata cara batuk dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk dilakukan.

Rangkaian acara pada setiap hari diisi dengan berbagai kegiatan yang variatif dan terstruktur meliputi penyuluhan interaktif, ice breaking dan games edukatif, praktik langsung, serta evaluasi. Penyuluhan interaktif disampaikan menggunakan media presentasi visual berupa animasi kartun yang disesuaikan dengan karakteristik anak sekolah dasar. Visual tersebut dirancang khusus agar para siswa dapat dengan cepat mengidentifikasi gejala khas DBD seperti demam tinggi dan bintik merah, mengenali gangguan pernapasan akibat ISPA, serta memahami risiko infeksi paru-paru pada TBC.

Sosialisasi diawali dengan sesi ice breaking untuk menjaga semangat dan antusiasme dan ditutup games edukatif. Permainan interaktif ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa mengenai cara pencegahan, gejala, dan pengetahuan dasar terkait ketiga penyakit tersebut. Selain itu, program ini membekali anak-anak dengan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak melakukan praktik langsung enam langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir, penerapan adab serta etika batuk dan bersin yang benar agar tidak menyebarkan droplet, hingga tata cara penggunaan dan pembuangan masker medis yang tepat.

Melalui pembentukan kebiasaan sehat sejak dini, anak-anak sekolah dasar di Desa Ngaluran diharapkan dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang mampu mengingatkan orang tua di rumah serta menularkan informasi kebiasaan hidup bersih kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

(Tim KKNT IPB DEMAKKAB04)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.