berantas86news | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di mana pun berada, termasuk mereka yang berada di wilayah terdampak konflik. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kedatangan gelombang pertama WNI yang berhasil dievakuasi dari Iran dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3/2026).
Sebanyak 22 WNI berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah menempuh perjalanan udara melalui jalur transit di Baku, Azerbaijan, sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Jakarta. Proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bersama perwakilan RI di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap dinamika situasi keamanan di wilayah konflik tersebut. Upaya evakuasi dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, serta koordinasi lintas lembaga agar proses pemulangan WNI dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terkoordinasi.
Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta seluruh unsur pemerintah yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, respons cepat yang dilakukan menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara di luar negeri, terutama dalam situasi darurat akibat konflik internasional.
“Keselamatan WNI merupakan prioritas utama pemerintah. Negara akan terus hadir dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan,” ujar Menko Polkam.
Pemerintah menegaskan bahwa pemantauan terhadap situasi di kawasan konflik akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tahapan evakuasi lanjutan juga tengah dipersiapkan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak konflik.
Selain itu, pemerintah mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perwakilan RI setempat guna memudahkan proses perlindungan dan repatriasi apabila diperlukan.
Sumber:
SIARAN PERS NO. 88/SP/HM.01.02/POLKAM/3/2026
Karo Humas dan Informasi Kemenko Polkam, Kolonel Inf. Honi Havana, M.MDS.












