Menko Polkam RI: Perang Narkoba Tak Boleh Kendur, Nilai Barang Bukti Capai Rp 7,5 Triliun

oleh -12 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah instansi terkait dalam mengungkap jaringan narkotika berskala besar di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.

“Karena itu, atas nama pemerintah, saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah hadir dan menunjukkan komitmennya dalam menolak segala bentuk ancaman narkoba, khususnya terhadap generasi muda kita,” ujar Sekretaris Menko Polkam Letjen TNI M. Hasan saat membacakan amanat Menko Polkam dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkotika hasil kolaborasi BNN dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, di Jakarta, Senin (23/6/2025).

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam kembali menegaskan bahwa perang melawan narkotika merupakan perang panjang yang tidak boleh kendur sedikit pun. Narkoba adalah musuh nyata bangsa yang mengancam masa depan generasi muda serta kestabilan nasional.

Sejak dibentuk pada 4 November 2024, Desk Pemberantasan Narkoba di bawah koordinasi Kemenko Polkam telah menangani sebanyak 23.868 kasus dengan 27.357 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan mencakup 4,8 ton sabu, lebih dari 3,3 ton ganja, serta berbagai jenis narkotika sintetis lainnya. Total nilai barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp 7,5 triliun.

“Peningkatan jumlah pengungkapan ini mencerminkan keberhasilan aparat dalam menggagalkan lebih banyak jaringan yang berusaha meracuni bangsa. Hari ini, pengungkapan jaringan narkotika lintas negara yang berhasil dilakukan BNN dan Bea Cukai menjadi bukti konkret bahwa sinergi dan koordinasi lintas sektor adalah kunci dalam perang melawan narkoba,” ujar Menko Polhukam.

Dalam pengungkapan jaringan narkotika terbaru, aparat gabungan menangkap 144 tersangka di 20 wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

284.848,78 gram sabu

367.385,26 gram ganja

6.053,59 gram ekstasi

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bekerja nyata dalam pemberantasan narkoba. Namun, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perang melawan narkoba ini harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat,” tegas Menko Polkam.

Ia menambahkan, pembentukan Desk Pemberantasan Narkoba merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-Kementerian/Lembaga, dalam rangka meningkatkan pengawasan, deteksi dini, hingga daya pukul dalam penindakan—khususnya di jalur-jalur rawan seperti perbatasan laut, pelabuhan kecil, serta kawasan yang dikenal sebagai titik merah penyelundupan.

“Apa yang hari ini disampaikan ke publik adalah hasil dari kerja panjang, kerja senyap, dan kerja berani dari banyak pihak. Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan momen ini bukan sekadar simbol, tetapi sebagai panggilan untuk bersatu, bergerak bersama, dan tak memberi ruang bagi narkoba di negeri ini,” pungkas Menko Polkam Budi Gunawan. ***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.