Menteri LH Ajak Masyarakat Pulihkan Ekosistem Hulu Ciliwung di Momentum Sumpah Pemuda

oleh -27 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | MEGAMENDUNG BOGOR – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Lingkungan Hidup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemulihan ekosistem di kawasan hulu Sungai Ciliwung.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (28/10/2025).

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, Hanif Faisol menetapkan 53 Komunitas Sungai Ciliwung, yang tersebar dari Cisarua, Kabupaten Bogor hingga Sawah Besar, Jakarta, sebagai bagian dari Gerakan Bersama Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.“Momentum Sumpah Pemuda ini kita jadikan refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam memulihkan lingkungan hidup,” ujar Hanif Faisol.

Hanif menjelaskan, dunia kini tengah menghadapi tiga krisis lingkungan global (triple planetary crisis), yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Dalam konteks tersebut, kawasan hulu dan Puncak memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hilir.

Menurut Hanif, DAS Ciliwung yang membentang seluas 42,6 ribu hektare kini dihuni oleh lebih dari 3,5 juta jiwa. Kondisi ini menuntut kehati-hatian dan kesungguhan semua pihak dalam menyusun kebijakan serta langkah strategis untuk mengembalikan fungsi lingkungan.

KLH, kata Hanif, telah melakukan sejumlah simulasi model pengembalian alur air Sungai Ciliwung, termasuk melalui teknik vegetatif dengan penanaman pohon dan teknik sipil berupa pembangunan embung-embung penampung air.

Sebagai wujud nyata, Kementerian Lingkungan Hidup bersama masyarakat, PTPN, dan KSO melakukan penanaman 15 ribu pohon secara serentak di kawasan hulu Ciliwung. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya resap air tanah dan menstabilkan fungsi ekologi di kawasan Puncak.“Kita akan membangun hampir 700 meter persegi embung di titik-titik kulminasi aliran air menuju Sungai Ciliwung. Ini membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” ungkap Hanif.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah, mulai dari Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor, Pemerintah Kota Depok, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Upaya pemulihan di hulu, seperti di Megamendung dan Cisarua, menurutnya akan sangat menentukan kondisi ekosistem di hilir.

Selain itu, pendekatan berbasis ekologi akan terus diperkuat. Hanif menegaskan, evaluasi terhadap sanksi pelanggaran lingkungan akan diarahkan agar berfungsi sebagai instrumen perubahan perilaku dan kebijakan berkelanjutan.“Kita harus menempatkan persoalan lingkungan pada asas yang benar. Pelaku usaha di kawasan Puncak wajib menginvestasikan keberlanjutan melalui pemulihan fungsi tata lingkungan, terutama hidro-orologis,” tegasnya.

Dengan penetapan 53 Komunitas Ciliwung, pemerintah berharap setiap segmen sungai memiliki penjaga dan pengampu aktif dalam menjaga kelestarian aliran air.“Kami akan mendukung penuh langkah komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung. Hulu DAS ini sangat penting dan menjadi perhatian kita semua,” pungkas Hanif. (mag uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.